Tambang Bawah Tanah, Freeport Siapkan US$ 18 M

Image title
Oleh
28 Januari 2014, 00:00
2970.jpg
Arief Kamaludin | KATADATA
www.npr.org

KATADATA ? PT Freeport Indonesia siap membuka tambang bawah tanah dengan belanja modal mencapai US$ 16 miliar - US$ 18 miliar seiring dengan adanya kepastian tempat penampungan pengolahan konsentrat di dalam negeri termasuk milik sendiri yang direncanakan di Gresik dan Timika.

Di sisi lain, pemilik tambang Grasberg juga terus memperkuat lini penghiliran dengan mendandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) dengan PT Indosmelt. Dalam kesepakatan itu, Freeport memasok konsentrat tembaga berkadar 20 persen ke smelter Indosmelt yang direncanakan dibangun di Maros, Sulawesi Selatan.

Presdir Freeport Indonesia Rozik B Sutjipto mengemukakan perusahaan itu siap membuka tambang bawah tanah pada 2017. Dalam rangka pengembangan tambang bawah tanah itu, perusahaan yang dikendalikan Freeport McMoRan Copper & Gold Inc telah menyiapkan dana US$ 16 miliar - US$ 18 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Redaksi
Editor: Arsip

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...