Jokowi Ajak Pengusaha Cina Berinvestasi di Indonesia
KATADATA ? Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengajak pengusaha Cina untuk giat berinvestasi di Indonesia. Dalam pidatinya di hadapan 300 pengusaha Indonesia dan Cina, Jokowi mempromosikan berbagai peluang usaha, dan kemudahan investasi di Indonesia.
Jokowi mengatakan akan membangun jalur kereta api di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dalam lima tahun ke depan, dia juga menawarkan peluang investasi pembangunan 24 pelabuhan, beberapa bandar udara, pembangkit listrik, infrastruktur jalan darat, kilang, pengolahan mineral dan batu bara di Indonesia. Ada juga rencana untuk membangun kawasan industri di beberapa lokasi, dalam hal pengembangan industri manufaktur, hingga kerjasama perdagangan.
?Inilah kesempatan Bapak-Ibu semuanya untuk masuk ke investasi ini,? ujar Jokowi, dalam pidatonya yang dipublikasikan di laman resmi Sekretariat Kabinet, Senin (10/11). Dalam pidatonya, Jokowi mengulang kalimat tersebut hingga beberapa kali.
Dalam pertemuan bertema ' Indonesia-China, Trade, Investment, and Economic' itu, Jokowi mengaku bahwa berbisnis di Indonesia saat ini sudah lebih mudah. Dia telah mengurangi hambatan investasi yang selama ini membebani pengusaha. Bahkan dia juga berjanji akan membantu investor yang menanamkan modalnya di Indonesia.
Jokowi mengatakan masalah utama yang selalu menghambat investor dalam berbisnis di Indonesia adalah perizinan dan pembebasan lahan. Dia mengaku akan menyatukan semua perizinan dalam satu tempat. Sehingga perizinan bisa cepat, ada kepastian, pembayarannya jelas, dan investor bisa tahu kapan akan memulai proyeknya. Jokowi juga akan memerintahkan langsung kepada menteri dan kepala daerah agar ikut membantu investor dalam hal pembebasan lahan.
Dia mencontohkan, investor membutuhkan waktu dua hingga empat tahun untuk mendapatkan izin investasi pembangkit listrik. Bahkan di Sumatera Selatan, bisa mencapai enam tahun. Jokowi mengaku sudah menyelesaikan masalah perizinan ini, dengan menggabungkannya dalam sebuah kantor (one stop service). Dia mengatakan perizinan Sumatera Selatan sudah dipercepat menjadi hanya satu minggu.
Dalam hal pembebasan lahan, Jokowi mencontohkan pembangunan jalan tol lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), yang sempat terhenti selama tujuh tahun. Menurut dia, ada sekitar 143 keluarga yang menempati 1,5 kilometer jalan tersebut, yang tidak menerima ganti rugi. Namun, setelah dia datangi keluarga tersebut, masalahnya bisa selesai dalam waktu empat bulan.
Selain masalah perizinan dan pembebasan lahan, Jokowi juga mengatakan kepada pengusaha Cina, bahwa berbisnis di Indonesia bisa lebih kompetitif dibandingkan di negara tersebut. Terutama, biaya upah pekerja yang lebih murah dibandingkan Cina.
?Saya tunggu kedatangannya di Indonesia. Saya tunggu investasinya di Indonesia,? ujar Jokowi, menutup pidatonya, sebelum menemui Presiden Cina Xi Jinping.
Tidak hanya Cina, Jokowi juga menawarkan peluang investasi di Indonesia saat berbicara di hadapan kurang lebih 1.500 CEO dari berbagai negara. Bahkan dalam pertemuan APEC CEO Forum pagi tadi, Jokowi sempat menjanjikan pengurusan perizinan usaha di Indonesia hanya tiga hari.
