ISC bisa membuat pengadaan minyak mentah dan BBM menjadi lebih transparan
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) menginginkan agar peran dan wewenang ISC (Integrated Supply Chain) diperkuat kembali dalam pengadaan minyak. ISC merupakan badan di bawah PT Pertamina (Persero) yang dibentuk pada 2008, oleh Direktur Utama Pertamina saat itu, Ari Soemarno.

"Kami cenderung mendorong kebijakan satu pintu untuk pengadaan minyak mentah maupun produk minyak. Pengadaan lewat ISC, dan ISC harus diperkuat," ujar Ketua Tim Reformasi Faisal Basri di kantornya, beberapa waktu lalu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dengan membentuk dan memperkuat kembali peran ISC dalam pengadaan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), Faisal yakin akan membuat semuanya menjadi transparan. Nantinya, Pengadaan minyak tidak lagi harus dilakukan dengan membuat kerja sama pemerintah dengan pemerintah, yang melibatkan Presiden saat kerjasama dengan Angola.

Pembentukan ISC, awalnya bertujuan untuk menggabungkan fungsi pengadaan minyak mentah dan BBM. Sebelumnya pengadaan ini terpisah di bawah kewenangan Direktorat Pengolahan dan Direktorat Pemasaran dan Niaga Pertamina. 

Tugas ISC sebenarnya sama dengan Pertamina Energy Trading Limited (Petral), tapi ISC bisa memesan minyak melalui Petral secara periodik maupun adhoc. ISC lah yang menentukan pemenang dan penetapan harga pada tender di Petral.

Pada Oktober 2009, Sudirman Said ditunjuk sebagai Kepala ISC. Namun, saat itu keberadaan ISC mendapat pertentangan dari berbagai kalangan. Bahkan DPR membentuk Pansus Angket BBM, karena menilai ISC  tidak efektif. 

Sudirman pun  tergeser dari jabatannya pada Maret 2009. Kemudian Pertamina merombak fungsi ISC menjadi penyusun strategi atau semacam "think tank" pemasaran. Kewenangan ISC dalam pengadaan minyak pun akhirnya diserahkan ke Petral. Hal ini dilakukan sesuai arahan Dewan Komisaris Pertamina. 

Arnold Sirait
Artikel Terkait
“Iya benar ada pergantian. Masing-masing untuk promosi,”
“Kalau masih lambat nanti termasuk Pak Amien (diganti). Jangan terlalu banyak rapat,” ujar Jonan.
“Kami membuka kesempatan bagi semua potensial supplier menawarkan produk-produknya dengan kompetisi terbuka," kata Daniel.