Tim Reformasi juga meminta audit forensik di Petral untuk membongkar praktik mafia migas
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi merekomendasikan agar manajemen PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) dan Integrated Supply Chain (ISC) diganti seluruhnya. Penggantian Pimpinan ini harus dilakukan dari tingkat direksi hingga manajer dari tingkat pimpinan tertinggi sampai manajer.

Ketua Tim Reformasi Faisal Basri mengatakan rekomendasi ini berdasarkan pada temuan yang telah dilakukan oleh timnya selama ini. "Ganti secepatnya manajemen Petral dan ISC," katanya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Selasa (30/12).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Salah satu temuan tim kata Faisal Basri adalah adanya kebocoran informasi mengenai spesifikasi produk yang akan dipesan melalui Petral, kepada para pedagang minyak (trader). Padahal proses tender belum berlangsung.

Menurut Faisal, Petral mengklaim pengadaan minyak sudah semakin banyak melalui perusahaan-perusahaan migas negara lain (national oil company/NOC). Bahkan Faisal mengutip keterangan dari Petral, sekarang pengadaan minyak sudah sepenuhnya dari NOC.

Kenyataan yang didapat Tim Reformasi, bahwa tidak semua NOC memiliki ladang minyak atau merupakan produsen minyak.  Misalnya Maldives NOC Ltd yang tercatat sebagai mitra usaha Petral. Temuan Tim, Maldives NOC ternyata digunakan sebagai kedok untuk memenuhi ketentuan pengadaan minyak oleh Petral. Padahal Maldives NOC Ltd bukan merupakan produsen minyak atau memiliki ladang minyak. 

Temuan lainnya, ada pelaku yang bertindak sebagai agen yang menggunakan NOC PetroVietnam Oil Corporation (PV Oil), dalam pengadaan minyak mentah dari Nigeria. Faisal juga menyebut PTT (NOC Thailand) ternyata digunakan sebagai kendaraan (vehicle) dalam pengadaan minyak mentah dari Azerbaijan. 

Makanya Tim berharap rekomendasi untuk mengganti seluruh pimpinan Petral ini dilakukan secepatnya. Anggota Tim Reformasi Agung Wicaksono berharap manajemen yang baru nantinya adalah orang-orang yang memiliki integritas tinggi.

"Orang berintegritas dan kompeten. Orang itu harus betul-betul bisa dipegang oleh Pertamina termasuk dipercaya oleh Pemerintah," ujarnya.

Selain mengganti pimpinan, Tim juga merekomendasikan agar dilakukan audit forensik untuk Petral. Audit forensik ini harus dilakukan oleh institusi audit yang kompeten di Indonesia, serta memiliki jangkauan kerja ke Singapura dan negara terkait lainya.  

Hasil audit forensik ini bisa dijadikan sebagai pintu masuk membongkar potensi  pidana, khususnya membongkar praktik mafia migas.

Arnold Sirait
Artikel Terkait
Untuk tahun ini, Pertamina memprediksi butuh Rp 800 miliar.
"Setelah proyek dibangun di 10 lokasi, ini menjadi proyek terbesar di dunia. Belum pernah ada yang seperti ini," kata Mugiono.
“Hitungan detail belum dapat kami lakukan karena data belum dapat secara menyeluruh," kata Gigih.