"Saya ingin memastikan kesiapannya. Tetapi kalau melihat seperti ini saya kira insya Allah akan siap"
Jokowi kunjungi Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Rabu (11/5)
Cahyo | Biro Pers Sekretariat Kepresidenan

Secara mendadak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Kunjungannya di luar agenda presiden ini untuk memastikan secara langsung bahwa proyek tersebut akan rampung dan bisa digunakan sebelum lebaran.

"Saya ingin memastikan kesiapannya. Tetapi kalau melihat seperti ini saya kira insya Allah akan siap," ujarnya saat kunjungan tersebut di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Rabu (11/5). (Baca: Cegah Listrik Padam, Bandara Soetta Akan Punya Pembangkit Sendiri)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dalam kunjungan dadakannya kali ini, Jokowi ditemani oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Arif Wibowo, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi. Ketiganya sudah hadir terlebih dahulu di lokasi.

Budi Karya mengatakan proses pembangunan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta saat ini sudah mencapai 98 persen. Dia menargetkan konstruksinya bisa selesai pada 26 Mei 2016. "PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. masih memiliki waktu uji coba selama 2 minggu. Kami akan mengusulkan kepada Bapak Presiden tanggal 15 Juni untuk diresmikan," ujarnya.

Terminal 3 ini akan difokuskan untuk penerbangan internasional. Dengan revitalisasi ini, terminal yang tadinya hanya bisa menampung penumpang 12 juta per tahun, akan meningkat menjadi 25 juta penumpang per tahun.

Terminal 3 juga akan mengatasi masalah kelebihan kapasitas bandara saat ini. Jokowi mengatakan bahwa kapasitas Bandara Soetta saat ini sudah tidak memadai untuk menampung jumlah penumpang dan pesawat. Makanya, setelah pembangunan proyek revitalisasi Terminal 3 selesai, Jokowi akan menginstruksikan Menteri BUMN untuk langsung memulai pembangunan Terminal 4.

Ini harus segera dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kelebihan penumpang yang terjadi sebelumnya di bandara tersebut. “Kalau tidak didahului pasti akan kurang lagi (kapasitasnya). Selain terminal, memang yang lebih penting runway-nya juga harus ditambah," kata Jokowi. (Baca Infografik: Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk Ke-8 di Asia)

Untuk menunjang peningkatan kapasitas dan layanan, Jokowi mengungkapkan rencana pembangunan kereta bandara yang akan menghubungkan Bandara Soeta dengan stasiun Jakarta Kota. Proyek ini ditargetkan akan siap beroperasi pada awal 2017.

Dia juga menekankan bahwa pemerintah juga akan turut membangun angkutan massal di daerah-daerah. Pemerintah akan mendahulukan pembangunan proyek angkutan umum masal sebelum pembangunan perkotaan di Indonesia

 "Ini masih dalam proses kalkulasi dan perhitungan. Termasuk di daerah-daerah seperti di Palembang akan kami sambungkan kereta LRT (light rail transit) dari bandara ke kota," jelasnya. (Baca: Sindikasi 4 Bank Nasional Biayai Proyek Kereta Bandara)

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur bandara juga tidak hanya dilakukan di Soetta. Perlakuan yang sama juga akan diberikan untuk bandara-bandara lain di seluruh Indonesia. Namun, dia belum bias menyebutkan bandara mana saja yang akan menjadi target pemerintah selanjutnya.

Dia mencontohkan Bandara Silangit di Sumatera Utara, yang sebelumnya tidak pernah digunakan. Terminal di bandara ini dibangun ulang dan runway-nya (landasan pacu pesawat) diperpanjang. Targetnya Oktober tahun ini proyek tersebut sudah selesai.

"Saat itu saya perintahkan Dirut Garuda untuk terbang ke sana seminggu tiga kali. Tetapi ternyata sekarang sudah ada empat penerbangan ke sana selain Garuda," ujarnya.

Artikel Terkait
"Ada Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang," ujar Desi
Akan ada 10 bandara dan 20 pelabuhan yang pengelolaannya akan dilepas ke BUMN dan swasta, bukan dijual.
“Jadi ada 3 rel, 2 yang existing dan 1 rel khusus untuk kereta semicepat,” kata Budi