Sebanyak 33,9 persen konsumen mengeluhkan rumitnya promosi, serta kurangnya informasi syarat dan ketentuan promosi.
Konferensi Pers Pasca Harbolnas 2016
Muhammad Firman Eko Putra Katadata

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2016 telah usai dan meninggalkan sejumlah catatan minus. Di satu sisi, transaksi meningkat 1,75 kali lipat dibanding hajatan tahun lalu. Namun di sisi lain, banyak konsumen yang mengeluhkan tawaran promosi yang ternyata tidak sesuai kenyataan.

"Hampir separuh konsumen menyatakan promosi yang telah dijanjikan, ternyata tidak terealisasi menurut pengalaman mereka ," kata Country General Manager ShopBack Indonesia, Indra Yonathan, melalui penjelasan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/12). (Baca: Harbolnas, Lazada Raup Transaksi Rp 143 Miliar di Hari Pertama)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Berdasarkan survei yang dilakukan ShopBack, platform cashback belanja online di Asia Tenggara, mayoritas konsumen menyatakan puas dengan penyelenggaraan Harbolnas tahun ini. Sebanyak 22,6 persen responden dari 523 komunitas belanja online memberi nilai 7 untuk tingkat kepuasan yang mereka rasakan.

Sementara itu, ada 21,8 persen yang memberi nilai 8. Selebihnya, menyatakan tingkat kepuasan yang lebih rendah.

Meski demikian, sebanyak 49,8 persen konsumen Harbolnas 2016 tidak menikmati promosi seperti yang dijanjikan. Hasil survei pun memperlihatkan ada 29,5 persen konsumen yang menilai Harbolnas tahun ini tidak lebih baik dari penyelenggaraan tahun lalu. (Baca: Harbolnas 2016, Dari Promo Hingga Nego dari 200 Toko Online)

Indra menjelaskan, persepsi yang terbangun di benak konsumen setelah berbelanja dengan promo yang ditawarkan ternyata tidak memenuhi tingkat kepuasan konsumen yang dominan pada level 7-10. Faktor yang sama juga memicu munculnya kepuasan hanya pada level rendah dan menengah. (Ekonografik: Hari Belanja Online, Pesta Diskon E-Commerce)

Berdasarkan analisa ShopBack, ada beberapa variabel penting yang perlu diperhatikan pelaku e-commerce mengenai penyampaian informasi promosi, yang akhirnya mendorong ketidakpuasan konsumen. Sebanyak 33,9 persen konsumen yang mengeluhkan rumitnya promosi, serta kurangnya informasi syarat dan ketentuan promosi.

ShopBack, yang berperan sebagai mitra resmi Harbolnas 2016, pun mencatat ada 16,6 persen konsumen yang kesulitan mendapatkan informasi promosi yang ditawarkan Harbolnas 2016. Lebih lanjut, sebanyak 6,4 persen konsumen menyebut kurangnya sosialisasi promosi.

Artikel Terkait
Bertambahnya jumlah traffic pengunjung belum tentu sebanding dengan transaksi yang didapat.
Data pribadi konsumen e-commerce dinilai rentan penyalahgunaan. Kerahasiaan data masyarakat saat ini baru diatur dalam Peraturan Menteri.
Meski nilai transaksi tak capai target, gema Hari Belanja Online (Harbolnas) tahun ini telah merambah Indonesia Timur.