Deputi Gubernur BI Sugeng berjanji akan mengimplementasikan kebijakan yang sudah ada termasuk sistem National Payment gateway (NPG).
Agus Bank Indonesia
Arief Kamaludin | Katadata

Bank Indonesia (BI) resmi memiliki dua deputi gubernur baru yakni Sugeng dan Rosmaya Hadi. Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali melantik keduanya pada Jumat (6/1) ini, untuk menggantikan dua deputi gubernur yang habis masa jabatan pada Desember lalu.

Gubernur BI Agus Martowardojo berharap dua deputi gubernur baru bisa mendorong rencana-rencana besar BI, salah satunya terlaksananya sistem pembayaran terintegrasi melalui National Payment Gateway (NPG). Sebab, Sugeng menggantikan Deputi Gubernur Ronald Waas, yang membawahi sistem pembayaran. Sedangkan Rosmaya menggantikan Deputi Gubernur Hendar di bagian Logistik, Pengamanan Aset, Ekonomi Syariah dan Kawasan Regional.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Agus berharap, sistem NPG bisa terlaksana tahun ini. Sekadar informasi, sistem tersebut memungkinkan tersambungnya seluruh provider sistem pembayaran di Indonesia. “Awalnya transaksi di debit card dan ATM. Setelah itu meningkat pada uang elektronik dan data capture,” ujar Agus.

(Baca juga: Rebut Pasar Visa-Mastercard, Bank BUMN Buat Perusahaan Kartu Kredit)

Lebih jauh, Agus memaparkan, BI juga berencana mengembangkan sistem pembayaran lain dan meyakinkan Undang-Undang Mata Uang terkait penggunaan rupiah di dalam negeri terus berjalan. Rencananya, BI juga akan menambah jumlah kantor dari 22 menjadi 55 kantor. Tujuannya mendorong peredaran uang layak di seluruh pelosok Indonesia.

Pasca dilantik, Deputi Gubernur BI Sugeng berjanji akan mengimplementasikan konsep kebijakan yang sudah ada termasuk sistem NPG. Selain itu, ia juga sepakat perlunya menjaga kecukupan uang layak edar dan merata di seluruh Indonesia. “Bagaimana misalnya di daerah terluar dan pinggiran bisa mengganti uang dengan baik dan itu tantangan yang sangat besar sekali,” tutur dia.

(Baca juga: Ini Profil Dua Deputi Gubernur Baru Bank Indonesia)

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menginginkan peningkatan peran kantor perwakilan BI di daerah untuk pengendalian inflasi, pembangunan daerah terluar, tertinggal dan termiskin. Selain itu, perluasan peran ekonomi dan syariah, peningkatan kapasitas ekonomi, serta peningkatan inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Artikel Terkait
Bagaimana nanti ke depannya? Yaa itu tergantung BI, nyalinya bagaimana?" kata Darmin
Hingga bulan Juni kemarin, transaksi nontunai dari keseluruhan pembayaran tarif tol, hanya mencapai 28 persen.
"Kami di industri bahu membahu membangun awareness (kesadaran), karena 90% kejahatan di faktor orangnya," kata Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja.