Jika proses Amdal tidak terkendala maka peningkatan produksi Blok Cepu menjadi 200 ribu bph bisa tercapai pada kuartal pertama tahun ini.
Blok Cepu
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan surat rekomendasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  terkait Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Blok Cepu. Rekomendasi tersebut berisi persetujuan Kementerian Energi kepada ExxonMobil untuk meningkatkan produksi Lapangan Banyu Urip hingga 200 ribu barel per hari (bph).

Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian Energi Djoko Siswanto mengatakan, tujuan rekomendasi tersebut untuk mempercepat proses penerbitan Amdal untuk Blok Cepu. "Amdalnya kan tunggu rekomendasi migas, sekarang sudah saya berikan," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/1).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Temui Luhut, Exxon Ingin Segera Genjot Produksi Blok Cepu)

Dengan pemberian rekomendasi tersebut, Kementerian ESDM berharap Kementerian LHK segera mengeluarkan izin Amdal. Jika proses Amdal tidak terkendala maka  peningkatan produksi Blok Cepu menjadi 200 ribu bph bisa tercapai pada kuartal pertama tahun ini.

Grafik: 10 KKKS Penghasil Minyak Terbesar 2017


Sebelumnya, Vice President Public and Government Affairs Exxon Erwin Maryoto mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum memperoleh izin Amdal tersebut. Padahal, Exxon sudah menyiapkan seluruh fasilitas yang diperlukan untuk segera menaikkan produksi Blok Cepu mulai tahun ini.

Exxon juga sudah menganalisis masa aktif produksi Blok Cepu apabila mendapat izin berproduksi hingga 200 ribu bph. Intinya menjelang berakhirnya kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) pada tahun 2035, produksi Blok Cepu secara perlahan akan terus menurun. Jadi, produksi puncak sebesar 200 ribu bph ini hanya bertahan dalam beberapa tahun.

(Baca: ExxonMobil Belum Dapat Izin Amdal Tingkatkan Produksi Blok Cepu)

Saat ini, Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Jawa Timur menjadi andalan kedua pemerintah untuk produksi minyak siap jual (lifting) setelah Blok Rokan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, lifting minyak ditargetkan mencapai 815 ribu bph. Target tersebut turun dari target APBN-P 2016 yang mencapai 820 ribu bph.

Artikel Terkait
“Sehingga ke depan kami bisa memprediksi apakah perlu mengimpor LNG atau tidak," kata Arcandra.
Menurut Dadan Kusdiana, kompensasi 7 tahun ini sesuai dengan UU Migas pasal 39 ayat 1 huruf b.
Salah satu penyebab kenaikan itu adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang sekarang 100% dikelola Pertamina.