"Cuma satu (pemenang), peminatnya ada beberapa tapi yang lolos mungkin satu," kata Wiratmaja.
Migas
Dok. Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera mengumumkan hasil lelang 14 wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) konvensional periode 2016. Namun, sepertinya hanya satu wilayah kerja migas yang laku dan dimenangkan oleh investor.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi I.G.N. Wiratmaja Puja mengungkapkan, pihaknya kemungkinan hanya memenangkan penawaran untuk satu wilayah kerja migas. Padahal, ada beberapa wilayah kerja lain yang juga diminati para investor.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Cuma satu (pemenang), peminatnya ada beberapa tapi yang lolos mungkin satu," katanya di Kementerian Energi, Selasa (10/1). Namun, dia belum mau menyebutkan nama blok migas yang berhasil dimenangkan oleh investor tersebut.

Di sisi lain, Wiratmaja belum mau menyebutkan waktu pengumuman hasil lelang blok migas konvensional tersebut. Yang jelas, blok-blok migas yang tidak laku dilelang tahun lalu akan kembali dilelang tahun ini. "Bisa kami lelang lagi," ujar dia.

Sekadar informasi, Kementerian Energi sejak tahun lalu membuka lelang 14 blok migas melalui dua mekanisme, yakni penawaran langsung dan lelang reguler. Proses penawaran langsung tujuh blok migas konvensional telah dibuka sejak Juli 2016.

(Baca: Pemerintah Tetapkan Tiga Pemenang Lelang Blok Migas 2016 Pekan Ini)

Ketujuh blok tersebut adalah Blok Bukit Barat (offshore di Kepulauan Riau), Batu Gajah Dua (onshore di Jambi), Kasongan Sampit (onshore di Kalimantan Tengah), Ampuh (offshore di Laut Jawa), Ebuny (offshore di Sulawesi Tenggara), serta dua blok onshore dan offshore di Papua Barat, yaitu Blok Onin dan West Kaimana.

Sedangkan melalui mekanisme lelang reguler, ada tujuh blok yang ditawarkan. Blok itu adalah South CPP (onshore Riau), Suremana I (offshore Makassar Strait), dan SE Mandar (offshore Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat). Kemudian North Arguni (onshore Papua Barat), Kasuri II (onshore Papua Barat), Manakarra Mamuju (offshore Makassar Strait), dan Oti (offshore Kalimantan Timur).

Pada akhir Desember lalu, Direktur Pembinaan Hulu Kementerian Energi Tunggal menyebutkan ada tiga blok migas yakni Blok Ebuny, Onin, dan West Kaimana yang sudah laku. Menteri Energi akan segera menetapkan pemenang lelang tersebut.

Ia menyebutkan, proses lelang dengan skema  penawaran langsung diikuti oleh empat perusahaan migas. Perusahaan tersebut membeli dokumen lelang di Kementerian Energi.

Namun, dalam prosesnya hingga ke tahap penawaran, satu perusahaan tidak melanjutkannya. Alhasil, hanya tiga perusahaan yang bisa masuk sampai ke tahap akhir. Sayangnya, Tunggal tidak menyebutkan nama perusahaan-perusahaan yang dimaksud. (Baca: Minat Investor Minim, Pemerintah Ulang Lelang Blok Migas)

Jika melihat ke belakang, pemerintah sudah berupaya membuat lelang blok migas tahun 2016 lebih menarik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah menerapkan skema baru yaitu open bid split. Dengan skema ini, investor dapat mengajukan penawaran besaran bonus tanda tangan dan bagi hasil (split).

Namun, upaya tersebut tetap saja belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Wiratmaja pernah mengatakan, setidaknya ada dua faktor penyebabnya minimnya minat investor melirik blok-blok migas yang ditawarkan. Pertama, harga minyak dunia yang masih rendah.

Kedua, ketidakpastian regulasi. Salah satunya revisi Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2010 tentang perpajakan migas dan biaya penggantian operasi migas (cost recovery). Namun, hingga kini, revisi tersebut belum tuntas.

Artikel Terkait
NEPI telah menyesuaikan namanya menjadi PT Vivo Energy Indonesia sesuai dengan SK Menkumham nomor AHU-0021674.AH.01.02.TAHUN 2017.
Tunggal mengatakan meski ada surat penugasan dari pemerintah, Pertamina tidak otomatis menjadi operator di Blok Sanga-Sanga. “Belum tentu,” kata dia.
“Fokus saja pada pekerjaan, tidak usah memikirkan politik. Presiden juga berpesan menteri bekerja, biar nanti urusan politik beliau saja,” ujar Jonan.