Bos Alibaba Jack Ma akan membantu Donald Trump untuk menciptakan lapangan kerja di Amerika Serikat. Caranya dengan memfasilitasi penjualan produk negeri Paman Sam ke Cina.
Donald Trump
ANTARA/Reuters/Lucas Jackson

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, bertemu dengan pendiri Alibaba, Jack Ma. Keduanya membahas soal penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat dan penguatan perdagangan dengan Asia.

Pertemuan tersebut dilakukan di Trump Tower, New York pada Senin (9/1) petang waktu setempat. "Pertemuan kami sangat hebat," kata Trump usai pertemuan, seperti dikutip Bloomberg.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca juga: Ada Alibaba di Balik Salin Nama Yahoo Menjadi Altaba)

Trump juga memuji miliuner China berusia 52 tahun ini sebagai pengusaha yang hebat, bahkan salah satu yang terbaik di dunia.

Ia melanjutkan, "Dia (Jack Ma) mencintai negara ini (Amerika Serikat) dan dia mencintai Cina. Jack dan saya akan melakukan sesuatu yang besar, (mengenai) pengusaha kecil bukan?" kata Trump yang ditemani Jack Ma.

Jack Ma yang menjadi Executive Chairman di Alibaba mengatakan, fokus pertemuan 40 menit itu memang untuk mengembangkan pemasaran produk usaha kecil dan pertanian di AS.

(Baca juga: Hari Belanja Online, Pesta Diskon E-Commerce)

"Kami berdiskusi soal bagaimana membantu pengusaha kecil di Amerika Serikat menjual produk lewat Alibaba ke Cina dan Asia," kata Jack Ma. Ia juga memuji Trump sebagai sosok yang pintar dan berpikiran terbuka.

Grafik: Nilai Transaksi e-commerce Alibaba 2016 (yang berakhir pada Maret 2016)
Nilai Transaksi e-commerce Alibaba 2016 (yang berakhir pada Maret 2016)

Trump yang akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari 2016 mendatang, memang pernah berjanji untuk memperluas lapangan pekerjaan di negerinya.

Tak lama setelah pertemuan, akun Twitter Alibaba mencuitkan rencana kerjasama dengan Pemerintah Trump untuk menjual produk pengusaha kecil dan petani Amerika Serikat ke 450 juta pengguna aplikasi Alibaba di Cina. “Kami memasang target untuk membantu 1 juta pengusaha kecil mengekspor produknya ke Cina,” demikian dicuitkan akun @AlibabaGroup.

Tahun lalu, sekitar 7 ribu merek dagang Amerika Serikat senilai US$ 15 miliar melalui platform Alibaba di Cina.

(Baca juga:  Perusahaan Fintech Alibaba Terseret Kasus Gagal Bayar Utang)

Pertemuan ini pun seolah mencairkan ketegangan yang timbul antara Trump dengan Cina. Sebab, dalam kampanyenya Trump pernah mengatakan akan menghadang produk impor dari Cina lewat bea masuk sebesar 45 persen. 

Pasar pun menyambut positif pertemuan ini. Di bursa New York, saham alibaba naik 0,9 persen menjadi US$ 94,72 pada perdagangan kemarin. Sebelumnya, sepanjang 2016 lalu, emiten berkode BABA ini nilainya meningkat 8 persen.

Pingit Aria
Artikel Terkait
Sebagai penyumbang terbesar kelima, mundurnya AS bakal berpengaruh besar pada pendanaan organisasi yang menjaga warisan budaya dunia ini.
Targetnya, Lazada akan membantu penjual lokal jual produk ke enam negara di Asia Tenggara dan Tiongkok.
Sebagai penasihat e-commerce, Jack Ma dan Jeff Bezos bisa terlibat konflik kepentingan karena mereka juga menanamkan investasi di Tanah Air.