Dalam operasi pasar, Perum Bulog dan PPI menjual cabai rawit seharga Rp 60 ribu per kilogram.
Cabai
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan ke pasar-pasar yang ada di Jakarta. Kunjungan dilakukan untuk memantau perkembangan harga pangan dan operasi pasar untuk menekan tingginya harga cabai rawit merah.

Operasi pasar akan dilakukan melalui dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Operasi pasar Bulog sudah masuk, PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia) juga sudah masukkan cabe rawit merah,” kata Enggar di di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (12/1/2016).

Enggar mengatakan, kedua perusahaan pelat merah itu telah memasok cabai rawit merah ke pedagang dengan harga Rp 60 ribu per kilogram. Angka itu lebih rendah dari anjuran pemerintah, yakni Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram.

(Baca juga: Importir Hortikultura Bakal Diwajibkan Serap Buah dan Sayur Lokal)

Hari ini, rata-rata harga cabai rawit merah di Jakarta masih mencapai Rp 118.300 per kilogram. Harga cabai rawit terendah terpantau di Pasar Induk Kramatjari sebesar Rp 99 ribu per kilogram. Sementara harga tertinggi yakni Rp 150 ribu per kilogram ada di Pasar Glodok.  

Tak hanya di Jakarta, operasi pasar juga dilakukan di berbagai daerah yang harga cabainya lebih dari Rp 100 ribu per kilogram.

Enggar mengatakan, melambungnya harga cabe rawit merah ini disebabkan oleh cuaca. “Karena iklim itu sesuatu yang tidak bisa dilawan,” Katanya.

(Baca juga:  Menteri Perdagangan Bantah Ada Mafia di Balik Kenaikan Harga Cabai)

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah melakukan pemerataan stok dengan, mengidentifikasi daerah mana saja yang mengalami surplus produksi cabai. Kemudian, melalui Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), cabai-cabai itu dikirim ke daerah yang kekurangan.

Misalnya, untuk mengisi kebutuhan cabai di Samarinda dan Balikpapan di Kalimantan Timur sejak minggu pertama Januari 2017 , PPI telah mendatangkan ratusan kilogram cabai dari Gorontalo, Makassar dan Surabaya. Selain itu, cabai dari Makassar juga akan dikirim ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

(Baca juga:  Tembus Rp 250 Ribu, Pemerintah Tugaskan PPI Urus Harga Cabai)

Muhammad Firman Eko Putra