Saat ini Grab telah beroperasi di tujuh kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Padang, Medan, dan Makassar.
Ridzki Kramadibrata
Managing Director Grab Indonesia Grab Indonesia

Aplikasi pemesanan kendaraan berbasis digital Grab membukukan kinerja yang sangat baik di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, jumlah pengguna Grab tumbuh 600 persen.

"Kita tidak bisa disebutkan (pendapatan berapa) ya, tapi 2016 kita punya peningkatan 600 persen dari jumlah pemakaian, tapi tentunya (revenue) tidak terlalu jauh berbeda," kata Managing Director Grab untuk Indonesia Ridzki Kramadibrata usai acara peluncuran program 'Grab 4 Indonesia', di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (2/2).

Ia mengklaim, Grab telah membagikan pendapatan sebesar US$ 260 pada mitra pengemudinya di Indonesia. Secara umum, mitra pengemudi Grab disebut mendapat 40-70 persen lebih besar ketimbang pendapatan sopir atau kurir biasa.

(Baca juga: Sasar 3 Sektor Investasi, Grab Kucurkan Dana Rp 9,3 Triliun)

Peningkatan pertumbuhan kinerja ini ditopang oleh operasional Grab di 7 kota di Indonesia. Kota-kota tersebut yaitu, Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Padang, Medan, dan Makassar.

Untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan manfaat dengan membuka lapangan pekerjaan, Grab berencana untuk membuka jaringan di kota besar lainnya. Sayang, Ridzki belum bisa menjelaskan di mana saja kota-kota tersebut.

"Kita juga melakukan penambahan layanan, tepat kemarin kita meluncurkan grabhitch dan grabexpress di Bandung. Ini kita tidak akan berhenti, karena kita melihat permintaan dari masyarakat, baik dari sisi pengguna atau penumpang maupun pengemudi yang juga sangat tinggi," ujar Ridzki.

(Baca juga: Jokowi: Pasar Tradisional Akan Hilang Diganti Toko Online)

Selain itu, inovasi yang dilakukan Grab yaitu dengan memunculkan program Grab Reward yang berkaitan dengan loyalitas pengemudi. Kemudian, Grab juga meluncurkan fitur Grab Chat, dimana terdapat layanan berkirim pesan (chatting) antara pengguna dengan pengemudi.

Ridzki pun menjelaskan, telah melakukan kerja sama dengan pengemudi taksi konvensional. Namun, kerja sama ini antara Grab dengan individu pengemudi, bukan antar perusahaan yang dilakukan oleh kompetitornya yakni Uber yang menggandeng Taksi Express dan Go-Jek yang menggandeng Blue Bird. Namun, Ridzki mengatakan, ada beberapa perusahaan taksi menengah yang bekerja sama dengan Grab, namun, tidak bisa Ia sebutkan.

Ridzki menuturkan, untuk memberikan dampak yang lebih luas untuk masyarakat Indonesa, Grab akan membangun pusat studi dan pembangunan (Research and Development/R&D Center) di Indonesia.  "Kita harapkan kita bisa lebih terhubung dengan masyarakat Indonesia di kota-kota di Indonesia, dan lebih mengenal kebutuhan mereka, sehingga kita bisa memberi solusi teknologi yang dibutuhkan," ujar Ridzki.

(Baca juga:  Belanja Iklan 2016 Melonjak 14 Persen Berkat Perindo dan Rokok)

Miftah Ardhian