Kementerian BUMN mencopot Direktur Utama Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang. Pencopotan itu akan dilakukan melalui RUPS Pertamina di Kementerian BUMN, Jumat pagi ini.
Direktur Utama Pertamina, Dwi Sucipto
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Badan Usaha Milik negara (BUMN) dikabarkan akan kembali merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero). Kali ini, perombakan menyasar posisi pucuk pimpinan perusahaan pelat merah tersebut, yaitu Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama. Perombakan tersebut dikabarkan terkait adanya kisruh 'matahari kembar' di Pertamina.

Berdasarkan informsi yang diperoleh Katadata, Kementerian BUMN mencopot Direktur Utama Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang. Pencopotan itu akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina yang digelar di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (3/2) pagi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Selanjutnya, posisi wakil direktur utama kabarnya akan dikosongkan untuk sementara waktu. Sedangkan posisi Direktur Utama Pertamina akan diisi oleh pejabat sementara. Komisaris Pertamina Edwin Hidayat Abdullah, yang juga menjabat Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kemeterian BUMN, disebut-sebut akan menjadi nakhoda sementara di perusahaan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Edwin belum merespons upaya konfirmasi dari Katadata. Begitu pula dengan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang. Namun, dalam akun resminya di Twitter, Ahmad Bambang yang akrab disapa Abe mengindikasikan penggantian dirinya tersebut. "Alhamdulillah...telah aku tunaikan amanah ini meski dgn tertatih-tatih. Semoga bermanfaat bagi orang banyak dalam jangka panjang. Aamiin," cuitnya yang diunggah pukul 06.51, Jumat pagi.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, yang juga Wakil Komisaris Utama Pertamina, masih enggan mengomentari kabar pergantian dua nakhoda Pertamina tersebut. "Hmm..ntar," katanya membalas pesan Katadata melalui aplikasi Whatsapp.

Adapun, Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro mengaku belum tahu mengenai RUPS perombakan direksi Pertamina. “Kami masih menunggu informasi,” katanya.

Perombakan tersebut kabarnya terkait masalah kisruh dua nakhoda di Pertamina. Masalahnya bermula dari langkah Dewan Komisaris mengajukan perubahan struktur organisasi Pertamina, termasuk tambahan posisi Wakil Direktur Utama, pada Agustus tahun lalu. Pembentukan wakil dirut ini konon tanpa sepengetahuan dari Dwi Soetjipto.

Kementerian BUMN menyetujui usulan tersebut. Alasannya, lingkup usaha Pertamina semakin luas dan membutuhkan posisi baru untuk mengawasi bisnis pengolahan dan hilir perusahaan. Namun, dalam perjalanannya, hal ini memicu gesekan dengan munculnya keributan mengenai impor solar dan kerusakan kilang.

Di sisi lain, Dwi Soetjipto telah ditetapkan menjadi salah satu  dari Advisory Board Center For Strategic & International Studies (CSIS) untuk program di Asia Tenggara per 1 Januari 2017. Sebagai Advisory Board, Dwi Soetjipto akan memberikan masukan strategis untuk mendukung dan memperkuat riset serta program-program yang dijalankan CSIS di Asia Tenggara.

Artikel Terkait
Pertamina berencana meluncurkan produk tersebut Maret 2018
Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) untuk pengamanan pasokan bahan bakar yang bertugas sejak 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018.
Alasan penggabungan dua blok ini karena lokasinya berdekatan.