"Rata-rata dibangun jalan lingkar untuk mengurai kemacetan di kotanya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Pantura
Kepadatan kendaraan saat melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin (2/1/2017). ANTARA Foto/Oky Lukmansyah

Pemerintah menaikkan alokasi anggaran untuk penanganan Jalan Pantai Utara Jawa (Pantura) hingga dua kali lipat tahun ini. Anggaran untuk tahun ini mencapai Rp 1,08 triliun, jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 499 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan kenaikan anggaran tersebut lantaran adanya pembangunan beberapa jalan lingkar di wilayah pantai utara Jawa. Beberapa jalan lingkar yang disebutnya adalah jalan lingkar Brebes serta Tegal yang saat ini sedang dibangun. Selain itu ada pula anggaran yang digunakan untuk perawatan jalan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Rata-rata dibangun jalan lingkar untuk mengurai kemacetan di kotanya," kata Basuki ditemui di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/2).

Basuki juga menjanjikan apabila seluruh ruas tol Trans Jawa telah selesai dibangun pada tahun depan, maka secara otomatis akan mengurangi anggaran jalur Pantura ini. Untuk diketahui pemerintah saat ini sedang mengebut pekerjaan jalan tol Trans Jawa untuk mengurai kepadatan jalur biasa seperti Pantura.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, alokasi terbesar dana jalan Pantura tahun ini digunakan untuk wilayah Jawa Tengah yakni Rp 444,1 miliar. Lalu menyusul setelahnya Jawa Barat sebanyak Rp 320,7 miliar dan Jawa Timur Rp 257,6 miliar.

Dari sisi volume atau panjang jalan yang ditangani dari anggaran tersebut juga berada di Jawa tengah, yakni sepanjang 553,5 kilometer. Lalu disusul oleh Jawa Timur dengan total panjang 538 kilometer serta Jawa Barat dengan panjang 336,4 kilometer. Untuk total panjang penggunaan anggarannya sendiri mencapai 1.533 kilometer.

Sementara pembangunan proyek tol Trans Jawa juga fokus di Jawa Tengah, diantaranya untuk ruas Batang-Semarang yang sempat mangkrak sejak 2006. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah memberikan target agar ruas tol tersebut bisa rampung tahun ini. (Baca: Jokowi Targetkan Tol Batang-Semarang Dilalui Mudik Lebaran 2017)

Saat ini perkembangan pembangunan ruas tersebut cukup baik. Proses pembebasan lahan yang akan digunakan sudah selesai. Jokowi menargetkan jalur tol ini sudah bisa dilalui pada musim mudik lebaran, pertengahan tahun ini. "Alhamdulillah tadi sudah mendapatkan laporan dari Menteri PUPR, khusus di Batang 100 persen pembebasan selesai. Kemudian yang di Kendal dan Semarang, akhir Februari selesai," kata Jokowi.

Selain Batang-Semarang, Basuki sempat mengatakan beberapa ruas tol Trans Jawa bisa mulai beroperasi pada 2017, diantaranya ruas Solo-Ngawi. "Mudah-mudahan jalan Tol Trans Jawa yakni ruas Bawen-Salatiga, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono juga bisa beroperasi," katanya.

Artikel Terkait
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono masih menunggu permintaan resmi untuk membangun apartemen DPR.
Selain jalan, itu ada pula jaringan irigasi sepanjang 781 km, rehabilitasi dan pembangunan 61.200 ruang kelas, sanitasi bagi 853 ribu kepala keluarga, serta 7.062 unit rumah susun
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan saat ini pihaknya sedang menyelesaikan beberapa hal seperti pembangunan tiga stasiun tambahan.