Uang sebanyak itu di Indonesia bisa digunakan untuk membangun empat proyek kereta cepat sekaligus.
Trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Jonathan Ernst

Pembangunan tembok di perbatasan Amerika Serikat (AS) – Meksiko ternyata butuh biaya yang sangat besar. Menurut perhitungan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, pembangunan tembok ini bisa mencapai US$ 21,6 miliar atau sekitar Rp 287,56 triliun.

Uang sebanyak itu di Indonesia bisa digunakan untuk membangun empat proyek kereta cepat sekaligus. Ini jika berpatokan pada nilai proyek kereta cepat Jakarta – Bandung yang “hanya” US$ 5,5 miliar atau sekitar Rp 73,22 triliun.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Tak hanya mahal, konstruksi pembangunan tembok ini juga akan memakan waktu hingga 3,5 tahun. Demikian laporan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, yang didapat Reuters, Jumat (10/2). 

(Baca juga: Donald Trump Marah Nordstrom Berhenti Jual Lini Busana Puterinya)

Yang menarik, besarnya nilai proyek hasil kajian Departemen Keamanan Dalam Negeri AS ini ternyata hampir dua kali lipat dari perkiraan Trump sendiri yakni  US$ 12 miliar atau sekitar Rp 159 triliun. Juga lebih mahal dari perkiraan Anggota Parlemen AS dari Partai Republik, yang memperkirakan akan mencapai US$ 15 miliar.

Tingginya biaya pembangunan tembok ini karena ada pembebasan lahan yang harus dilakukan. Pembangunan tembok ini dilakukan dalam 3 tahap per wilayah, dan akan menutup seluruh wilayah perbatasan AS-Meksiko sepanjang 2.000 kilometer pada akhir 2020. Saat ini, baru 1.046 kilometer wilayah perbatasan AS-Meksiko yang dibentengi.

Sebelum bocor ke media, laporan ini menurut rencana baru akan disampaikan pada Trump dalam beberapa hari ke depan. Sementara Trump sendiri tampaknya masih optimistis pembangunan tembok yang digagasnya saat kampanye itu akan terwujud. “Temboknya saat ini sedang didesain,” ujarnya pada Rabu (8/2) lalu.

(Baca juga: Perusahaan Besar Inggris Mulai Rasakan Dampak Buruk Brexit)

Kajian ini sendiri disiapkan untuk meminta persetujuan Kongres agar proyek bisa mendapat pembiayaan Negara. Dengan asumsi Kongres akan setuju dan anggaran cair pada April atau Mei, kontrak-kontrak akan mulai diteken dan konstruksi bisa dimulai pada September tahun ini.

Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menolak mengomentari laporan ini. Begitu juga perwakilan Gedung Putih menyatakan terlalu dini mengomentari laporan yang bahkan belum disampaikan pada Presiden.

Trump sebelumnya mengatakan, AS akan menalangi ongkos pembangunan tembok ini, lalu memaksa Meksiko untuk menggantinya. Tapi pihak Meksiko dengan tegas telah menolak ide itu. 

(Baca juga:  Gelombang Protes Kebijakan Anti-imigran Presiden Trump)

Artikel Terkait
Sebagai penyumbang terbesar kelima, mundurnya AS bakal berpengaruh besar pada pendanaan organisasi yang menjaga warisan budaya dunia ini.
"Pengusaha Malaysia sekarang protes. Pengusahanya minta dibangun PBLN seperti Indonesia," kata Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimoeljono.
Agar tak mengulang kesalahan lelang sebelumnya, Kementerian ESDM jemput bola dengan menawarkan langsung 15 blok yang akan dilelang tahun ini kepada perusahaan migas.