Indonesia juga ditargetkan menyusul Singapura dalam pengembangan industri petrokimia.
Pabrik baja
Agung Samosir | Katadata

Kementerian Perindustrian menargetkan investasi industri hilir mencapai Rp 567,31 triliun pada 2020. Beberapa sektor yang disasar adalah hilirisasi Industri agro; industri logam, termasuk mesin, alat transportasi, elektronika dan telematika; serta sektor tekstil dan aneka.

Lebih rinci, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut, target investasi dalam hilirisasi sektor agro senilai Rp 76,5 trilun, sektor logam sebesar Rp 338,81 triliun, serta sektor tekstil dan aneka Rp 152 triliun.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

“Jika ini berjalan maka kita berpotensi memproduksi 2 juta stainless steel dengan potensi devisa sebesar US$ 4 miliar. Juga, pendirian pabrik pulp and paper, menempatkan indoesia sebagai produsen terbesar ke-6 dunia,” katanya di Jakarta, Rabu (22/2).

(Baca juga:  Amankan Industri Lokal, Menperin Dorong Kebijakan Non-Tarif)

Airlangga mengatakan selama tahun 2017 sampai 2020 akan ada 97 proyek di seluruh Indonesia yang dikerjakan pada sektor-sektor unggulan tersebut. Proyek-proyek itu akan digarap oleh 102 perusahaan yang nantinya mampu menyerap sebanyak 555.528 Tenaga Kerja baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Di tingkat ASEAN beberapa produk Indonesia di peringkat pertama. Di antaranya industri pupuk urea dengan kapasitas 88 juta ton per tahun, minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil / CPO) 30 juta ton per tahun, tekstil 850 ribu ton per tahun, dan keramik sebanyak 55 juta meter kubik per tahun. Namun, industri petrokimia masih tertinggal jauh dibanding Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Grafik: Jumlah Investasi 2016 Menurut Sekto

Airlangga menyatakan, sektor industri petrokimia sendiri rencananya akan mendapatkan suntikan investasi sebesar US$ 6 miliar dari PT Chandra Asri Petrochemical  dan US$ 3-4 miliar dari perusahaan asal Korea Lotte Chemical Titan Holding Sdn. Bhd.

Dengan gabungan kapasitas Lotte Chemical dan ditambah ekspansi dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Indonesia diproyeksikan mampu menghasilkan bahan baku kimia berbasis naphtha cracker sebanyak 3 juta ton per tahun. “kalau Chemical dengan investasi dari Chandra Asri dan Lotte masuk kita bisa menyamakan Singapura,” katanya.

(Baca juga: Industri Dapat Insentif dari Pemerintah untuk Tingkatkan SDM)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan dengan tema "Strategi Peningkatan Industri Manufaktur untuk Mendorong Ekspor" di Jakarta, 22 Februari 2017. Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan nilai perdagangan untuk produk industri dalam negeri terutama pasar ekspor Afrika dan Australia.

Muhammad Firman Eko Putra
Artikel Terkait
Kemeterian perindustrian mengatakan tak akan mencabut insentif pajak nol persen bagi kendaraan mobil murah dan ramah lingkungan. Penjualan LCGCdianggap positif bagi pertumbuhan ekonomi.
“Bisa dikompensasikan dengan macam-macam, misalnya tax holiday,"
Banyaknya pabrik dan perkantoran yang mengurangi jam kerja selama Ramadan diduga menyebabkan serapan listrik industri hanya naik tipis.