Barang-barang milik rombongan diangkut bertahap dalam 29 penerbangan kargo pada 15-27 Februari 2017.
Bandara udara
Katadata

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berkunjung ke Indonesia mulai Rabu pekan depan (1/3) hingga 9 Maret 2017 mendatang. Setelah bertemu Presiden Joko widodo di Jakarta, rombongan akan beristirahat di Bali.

Tak tanggung-tanggung, Raja Salman akan membawa serta 10 menteri, 25 pangeran dan rombongan berjumlah 1.500 orang. Sambutan pun disiapkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

“Kami akan memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan rombongan VVIP tersebut  selama di bandara,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/2).

(Baca juga:  Raja Arab Datang, Saudi Aramco Teken Kontrak Perluasan Kilang Cilacap)

Total ada delapan pesawat yang akan digunakan untuk mengangkut rombongan Raja Salman. Kedelapan pesawat itu terdiri dari 4 pesawat Boeing B747 seri 400 dan 200, 2 pesawat Boeing B777 dan 2 pesawat C-130 Hercules.

Menurut Menhub, dengan pelayanan yang baik pada rombongan VVIP tersebut diharapkan nantinya tidak akan mengganggu operasional penerbangan sehari-hari di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Terkait dengan penyambutan itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara akan mengeluarkan Notice to Airman (Notam) yang diperlukan untuk peringatan terhadap semua pihak yang terkait penerbangan di dua bandara tersebut.

(Baca juga: Tambah 52.200, Jokowi: Kuota Jamaah Haji Jadi 221 Ribu Orang)

 “Kami akan mengeluarkan Notam secepatnya jika ada kegiatan terkait penerbangan VVIP dari Kerajaan Arab Saudi tersebut,” ujar Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio.

Sementara, kargo milik Kerajaan Saudi itu diangkut dengan pesawat Saudi Arabian (SV) telah tiba secara bertahap sejak 15 Februari lalu. Di antaranya, ada 20 penerbangan kargo tiba di Bandara Halim Perdanakusumah dan 9 lainnya di Bandara Ngurah Rai.

“Sampai 27 Februari 2017 yang datang kargonya saja," kata Corporate Communications PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Martha Lory Fransisca.

(Baca juga: Pemerintah Dorong Ekspor Buah Tropis ke Arab Saudi)

Saat ini di Bandara Ngurah Rai Bali, telah dibentuk pos koordinasi (posko) yang dikoordinasikan oleh TNI AU terkait kegiatan penyambutan rombongan VVIP tersebut. Posko tersebut beranggotakan PT. Angkasa Pura I (Pengelola Airport), AirNav Indonesia, TNI AU, Otoritas Bandar Udara (OBU) dan Kepolisian RI.

Maria Yuniar Ardhiati
Artikel Terkait
Arcandra menjelaskan, teguran Jokowi tidak hanya ditujukan kepada satu aturan yang spesifik.
Jokowi mengklaim, media India lebih banyak memberitakan survei kepercayaan masyarakat Gallup World Poll. Meski, India hanya ada di peringkat ketiga, sementara Indonesia di peringkat teratas.
“Jangan sampai peraturan menteri tersebut justru memberikan ketakukan kepada mereka untuk berinvestasi, mengembangkan usaha, dan berekspansi,” ujar Jokowi.