Algoritma Twitter akan menyaring konten-konten kasar bahkan sebelum dilaporkan. Karena terbilang baru, mungkin akan ada kesalahan.
Twitter
YouTube

Twitter mulai mengimplementasikan beberapa pembaruan untuk meminimalisir konten kasar dan merendahkan. Twitter juga akan  menyediakan lebih banyak metode untuk mengontrol keamanan penggunanya.

“Kami bekerja keras untuk mengidentifikasi akun-akun yang melakukan perundungan dan berperilaku kasar dan merendahkan, bahkan jika perilaku ini belum dilaporkan,” kata Ed Ho, Vice President Engineering Twitter dalam surat terbukanya, Kamis (2/3).

Kini, Twitter akan mulai mengambil tindakan terhadap sebuah akun yang berdasarkan algoritma terbukti  berperilaku kasar. Tindakan yang dimaksud misalnya dengan hanya mengizinkan konten suatu akun untuk dilihat pengikutnya (bukan khalayak umum). Bahkan, jika pelanggaran dilakukan berulang kali, Twitter akan mempertimbangkan untuk melakukan tindakan lebih lanjut, termasuk menutup akun tersebut.

Di Indonesia misalnya, Twitter telah menonaktifkan akun FPI dan Rizieq Shihab. (Baca juga:  Akun FPI dan Rizieq Disetop, Twitter: Buat Rasa Aman dan Nyaman)

Karena metode ini masih terbilang baru, Ho mengakui bahwa ada kemungkinan alat akan melakukan kesalahan. “Tapi pengguna juga perlu tahu, bahwa kami bekerja secara proaktif untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja beragam metode tersebut setiap harinya,” kata Ed.

Lalu bagaimana Twitter mengatahui sebuah akun berkata kasar, terutama bila ujaran itu tidak baku? Kuncinya tetap ada pada sikap proaktif pengguna. Untuk itu, Twitter juga memperluas fitur mute yang memungkinkan pengguna membisukan kata kunci, frasa, atau keseluruhan pembicaraan dari notifikasi mereka.

Pengguna akan dapat melakukan proses ini melalui beranda mereka sendiri. Pengguna juga bisa menentukan kurun waktu konten tersebut dibisukan – satu hari, satu minggu, satu bulan, atau bahkan selamanya.

(Baca juga: Ada 20 Juta Pengikut, Trump Tetap Akan Rajin Mencuit di Twitter)

Selain itu, Twitter juga memperkenalkan pilihan filter baru untuk notifikasi kepada pengguna. Dengan begitu, pengguna dapat menyaring akun-akun yang tidak memiliki foto profil, alamat e-mail ataupun nomor ponsel yang tidak terverifikasi.

“Banyak orang meminta opsi filter yang lebih banyak untuk notifikasi mereka, dan hal ini akan segera kami upayakan agar dapat dirasakan oleh semua pengguna.”

Langkah Twitter ini merupakan upaya lanjutan yang sebelumnya telah dilakukan. Di antaranya dengan mempermudah pelaporan konten kasar, mencegah pembuatan akun-akun berisi konten kasar dan merendahkan, menurunkan kicauan yang melecehkan dan berpotensi mengancam serta mengurangi notifikasi dari akun yang telah diblok atau dibisukan.

(Baca juga:  Bendung Berita Hoax, Kemenkominfo Akan Bertemu Facebook)