Total perdagangan Indonesia dengan Negara-negara anggota IORA belum ada separuh APEC. Namun dengan APEC neraca dagang Indonesia mengalami defisit, sementara IORA menyumbangkan surplus.
jokowi
Arief Kamaludin (Katadata)

Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka Indian Ocean Rim Association (IORA) Bussiness Summit di Jakarta hari ini. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutnya sebagai forum yang sangat penting.

“Kawasan ini adalah masa depan ekonomi dunia,” katanya, Senin (6/3).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

IORA, sama seperti Asia - Pasific Economic Cooperation (APEC) merupakan kemitraan ekonomi yang dijalin oleh Negara-negara dengan dua samudera besar sebagai pengikatnya. Sementara Negara-negara anggota IORA mengelilingi Samudera Hindia, Negara-negara anggota APEC ada di sekitar Samudera Pasifik. Jumlah anggota kedua organisasi ini pun sama-sama 21 negara.

Kemitraan APEC sudah lebih senior karena terbentuk sejak 1989, sementara IORA baru ada pada 1997. Selain itu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang mempertemukan para kepala Negara APEC digelar tiap tahun sejak berdirinya. Sementara, KTT IORA baru kali ini digelar, meski pertemuan tingkat menteri telah beberapa kali terlaksana.

"IORA adalah kekuatan geopolitik dan geoekonomi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” kata Enggar.

(Baca juga: Indonesia Ingin Pimpin Negara-Negara Kawasan Samudera Hindia)

Ia menyebut, potensi ekspor di pasar Afrika mencapai US$ 550 miliar pada 2016, namun realisasi ekspor Indonesia baru mencapai US$ 4,2 miliar. Demikian juga potensi ekspor ke pasar Timur Tengah yang mencapai US$ 975 miliar, namun baru terealisasi US$ 5 miliar.

Tahun lalu, nilai total perdagangan Indonesia dengan Negara-negara IORA sebesar US$ 82,57 miliar. Angka itu masih jauh tertinggal dibandingkan ekspor – impor Indonesia dengan Negara-negara anggota APEC yang mencapai US$ 206,23 miliar.

Bagaimana tidak, ketiga mitra dagang terbesar Indonesia yakni Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang tergabung dalam APEC. Tapi, “Di IORA ini Indonesia berpeluang sebagai growing partner dan membuka pasar ekspor non tradisional,” kata Enggar.

(Baca juga: IORA Bakal Jadi APEC di Samudera Hindia)

Menurutnya, perdagangan intra-regional IORA di tahun 2015 mencapai US$ 777 miliar atau naik 300 persen dibandingkan tahun 1994 yang sebesar US$ 233 miliar. Tak hanya itu, IORA juga menyumbang surplus bagi Negara perdagangan Indonesia. Sementara di APEC, Indonesia mengalami defisit.

Tabel: Perbandingan Perdagangan Indonesia dengan IORA dan APEC

Negara IORA

Total Perdagangan (US$)

Neraca

Negara APEC

Total Perdagangan (US$)

Neraca

Afrika Selatan

Australia

Bangladesh

Komoro

India

Iran

Kenya

Madagaskar

Malaysia

Mauritius

Mozambik

Oman

Uni Emirat Arab

Seychelles

Singapura

Somalia

Sri Lanka

Tanzania

Thailand

Yaman

 

1,01 miliar

8,45 miliar

1,33 miliar

3,81 juta

12,96 miliar

338,59 juta

210,8 juta

100,85 juta

14,31 miliar

50,67 juta

44,51 juta

263,28 juta

2,92 miliar

11,33 juta

25,79 miliar

42,43 juta

306,53 juta

223,34 juta

14,05 miliar

158,94 juta

 

 

437,07 juta

-2,06 miliar

1,19 miliar

408 ribu

7,22 miliar

131,78 juta

190,76 juta

-8,78 juta

-88,9 juta

53,49 juta

25,70 juta

140,51 juta

295,9 juta

2,88 juta

-3,3 miliar

42,43 juta

217,92 juta

85,55 juta

-3,27 miliar

156,86 juta

 

Australia

Brunei Darussalam

Kanada

Jepang

Korea Selatan

Malaysia

Selandia Baru

Filipina

Singapura

Thailand

Amerika Serikat

Cina

Hongkong

Taiwan

Meksiko

Papua Nugini

Cile

Peru

Rusia

Vietnam

8,45 miliar

176,39 juta

2,11 miliar

29,08 miliar

13,68 miliar

14,31 miliar

1,02 miliar

6,09 miliar

25,79 miliar

14,05 miliar

23,43 miliar

47,58 miliar

3,91 miliar

6,54 miliar

992,08 juta

178,78 juta

227,15 juta

218,39 juta

2,13 miliar

6,27 miliar

-2,06 miliar

940,6 ribu

-650,06 juta

285,70 juta

333,05 juta

-88,9 juta

-294,36 juta

4,44 miliar

-3,3 miliar

-3,27 miliar

8,84 miliar

-14.01 miliar

371,04 juta

762,76 juta

638,17 juta

121,40 juta

60,47 juta

99,79 juta

1,44 miliar

-182,9 juta

Total

82,57 miliar

1,44 miliar

 

206,23 miliar

-6,46 miliar

Data: Diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS)

Sementara dari segi investasi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyatakan secara spesifik bakal membidik dua Negara yakni India dan Iran.   Data diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS)

Lembong mengungkapkan potensi investasi Indonesia di Iran yakni di produk kertas dan makanan dan minuman serta beragam produk konsumsi sehari-hari. Sementara, di India ia akan mendorong kerjasama di bidang farmasi, tujuannya supaya dapat mengalihkan ketergantungan bahan baku obat-obatan dari Tiongkok.

“Itu akan mengurangi defisit perdagangan dengan Tiongkok dan mengurangi surplus perdagangan dengan India. jadi semua happy,” katanya.

Muhammad Firman Eko Putra
Artikel Terkait
Para menteri di bidang ekonomi kemungkinan besar aman. Menteri asal Partai Amanat Nasional terancam.
Di kantor perusahaan induknya, gerai 7-Eleven tutup mulai besok.
Di masa jayanya, 7-Eleven cukup gencar berekspansi hingga membuka 60 gerai dalam setahun. Penurunan kinerja terjadi mulai 2015, saat ada larangan minimarket menjual bir.