"Memang belum besar, tapi kalau langsung besar anggarannya kami khawatir tidak efektif."
Jembatan Papua
Puskom Kementerian PUPR

Kementerian Perhubungan tahun ini menganggarkan dana Rp 21 miliar untuk mengujicobakan program jembatan udara di Papua. Uji coba ini akan dilakukan pada tiga lokasi yakni Timika, Wamena, serta Dekai.

Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maryati Karma mengatakan uji coba ini akan dilakukan segera setelah revisi Peraturan Presiden (Perpres) soal Tol Laut selesai. Rencanannya progran percobaan ini setidaknya dapat dimulai semester I ini.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Memang belum besar, tapi kalau langsung besar anggarannya kami khawatir tidak efektif," kata Maryati di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (8/3).

(Baca juga:  Pemerintah Buka Jalan Baru di Pantai Utara Papua)

Ia menjelaskan, pengembangan program jembatan udara dilakukan agar disparitas harga di Indonesia timur bisa ditekan. Melalui jembatan udara, barang-barang dari Pelabuhan Sentani dapat diangkut pesawat kargo ke Timika, Wamena dan Dekai.

Maryati menjanjikan apabila ujicoba ini sukses, maka anggaran jembatan udara ini akan ditambah pada tahun depan. Sehingga, dalam tahap lanjutan, program ini dapat menjangkau Saumlaki, dan Yahukimo.

Dirinya juga memastikan subsidi akan diberikan pada angkutan udaranya dan bukan untuk harga barang serta komoditas. "Nanti (angkutannya) oleh swasta yang akan kita lelang," katanya.

(Baca juga:  Jokowi: Anggaran Pembangunan Papua Tahun Ini Rp 87,5 Triliun)

Sedangkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso menjanjikan jembatan udara akan tetap dikoneksikan dengan program tol laut. Hal ini untuk menekan harga barang di Papua agar lebih rendah lagi.

"Dengan tol laut saja kan (harga barang) bisa turun 20 persen. Nanti kita kembangkan lagi di Papua," kata Agus.

Konsep jembatan udara ini sebelumnya pernah terlontar oleh Ignasius Jonan saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Jonan mengatakan ada beberapa daerah pedalaman yang sulit dijangkau. Yahukimo, Nduga, Wamena, merupakan beberapa daerah tersebut. Ada juga wilayah pedalaman Papua lain yang tidak memiliki akses jalan dan pelabuhan.

(Baca juga: Tekan Kesenjangan Wilayah, Jokowi Percepat Bangun Infrastruktur)

Keterbatasan akses ini membuat sulitnya transportasi barang ke daerah pedalaman. Akibatnya, harga barang di daerah tersebut menjadi lebih mahal. “Jadi, solusinya kami buat angkutan udara berjadwal. Kalau biayanya disubsidi maka harga barang di pedalaman diharapkan akan turun,” kata Jonan.

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
"Malam enggak ada lampu. Ya sudah kami operasikan jam 6 pagi sampai jam 6 sore"
Ada empat proyek di sektor hulu migas yang masuk daftar prioritas nasional, yaitu Blok Masela, proyek laut dalam IDD, lapangan gas Tiung Biru, dan Train 3 Tangguh
"Akibatnya pekerjaan (fisik) bisa menjadi lebih panjang serta biayanya bisa membengkak"