"Mereka akan bangun resort dan hotel. Mereka mau bangun seperti Nusa Dua Bali," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya
Jokowi dan Raja Salman
Presiden Joko Widodo dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (kiri) melambaikan tangan saat kunjungan kenegaraan, di beranda Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Lawatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia masih menyisakan harapan akan gelontoran dana untuk investasi di berbagai sektor. Selain berlibur, rombongan Raja Arab ternyata mengincar beberapa destinasi wisata Indonesia untuk investasinya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan secara informal telah ada perwakilan dari rombongan Raja Salman yang berkunjung ke empat destinasi wisata di Indonesia. Dari kunjungan tersebut, mereka menyatakan komitmennya berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Adapun, keempat destinasi wisata ini meliputi, Tanjung Lesung, Mandalika, Belitung, dan Mande di Sumatera Barat. "Mereka akan bangun resort dan hotel. Mereka mau bangun seperti Nusa Dua Bali, kalau mau mudah membayangkan," ujar Arief saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (7/3).

Menurutnya sejumlah Pangeran Arab Saudi yang tergabung dalam rombongan Raja Salman secara langsung menyampaikan minat investasi ini kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, pemerintah masih perlu melakukan pendekatan kepada keluarga kerajaan Arab agar komitmen investasi ini bisa terealisasi.

Setelah mendapatkan 'lampu hijau' dari keluarga kerjaan, investor yang akan menanamkan modalnya di empat destinasi wisata ini akan melakukan negosiasi secara business to business (B to B) dengan badan usaha Indonesia. Nilai invetasi per satu destinasi wisata diperkirakan US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun. Sehingga, total investasi untuk empat destinasi wisata ini mencapai Rp 40 triliun.

Pemerintah menargetkan investasi Arab Saudi ini bisa mulai direalisasikan tahun ini. Arief mengatakan investasinya dilakukan bertahap di tahun-tahun berikutnya. Namun, ada dua destinasi wisata yang menjadi prioritas dalam rencana investasi ini.

"Kemungkinan Mandalika dan Tanjung Lesung tahun ini. Karena keduanya sudah merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK)," ujar Arief. (Baca: Tana Toraja Bakal Jadi Kawasan Wisata Prioritas)

Arief mengatakan kunjungan Raja Salman bukan hanya terkait dengan investasi. Kunjungan ini bisa menjadi momentum untuk mempromosikan wisata di Indonesia. Perpanjangan liburan Raja Salman di Bali selama tiga hari, membuktikan bahwa wisata di Indonesia sangatlah menarik dan memuaskan.

Kementerian Pariwisata menargetkan setelah rombongan Raja Arab, kunjungan wisatawan mancanegara dari Timur Tengah akan meningkat. Dia yakin, kunjungan Raja Salman bisa menjadi “endorser” gratis bagi industri pariwisata Indonesia.

"Nanti Tahun 2017 kita akan buat king salman route, ada napak tilas Raja Salman. Karena pasti akan sangat laku dijual. Hari ini kan beliau, ke Uluwatu, Tampak Siring, dan Nusa Penida. Nanti kita buat paket tournya," ujar Arief. (Baca: Januari 2017, Kunjungan Turis Asing Melonjak 26,6 Persen)

Menurutnya ada dua faktor pembeda turis asal Timur Tengah dan dari negara lain. Pertama, turis Timur Tengah dikenal sangat loyal. Saat mereka datang ke salah satu destinasi wisata di suatu negara dan dianggap memuaskan, maka, mereka akan datang kembali di tahun-tahun berikutnya. 

Kedua, wisatawan asal Timur Tengah dikenal sebagai big spender yang cukup royal membelanjakan uangnya. Data Kementerian Pariwisata mencatat pengeluaran turis asal Timur Tengah hampir dua kali lipat turis-turis asal negara lain. Rata-rata turis Timur Tengah mengeluarkan dana sebesar US$ 2.200 setiap kali berkunjung ke Indonesia. Sedangkan, turis asal negara lain hanya sebesar US$ 1.200.

(Lihat Video: Investasi Raja Salman di Bawah Harapan)

Artikel Terkait
"Pencabutan kontrak kerja jadi konsekuensinya," kata Jokowi
"Kalau tidak ada (pelabuhan), mau parkir (yacht) di mana ? Di Ciliwung ?" ujar Jokowi
Investor masih mempertanyakan kesiapan infrastruktur hingga kemudahan perizinan di dalam negeri.