Pertemuan Mike Pence dan Jokowi akan membahas persiapan jelang pertemuan G20 di Jerman, Juli 2017 mendatang.
Jokowi
Presiden Jokowi memberikan sambutan dalam pembukaan The 16th Annual Forbes Global CEO Conference Tahun 2016, di Hotel Shangri-la, Jakarta (29/11) Biro Pers Sekretariat Presiden

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence akan menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan kunjungan Pence direncanakan pada tanggal 20 April atau satu hari setelah pencoblosan Pilkada DKI Jakarta tahap kedua.

Kunjungan Pence akan menyusul kedatangan Presiden Prancis Francois Hollande yang dijadwalkan pada akhir bulan Maret ini. "Ini rencananya ya, mudah-mudahan akan segera fix," kata Pramono di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca juga: Ekspor Perhiasan Turun, Surplus Neraca Dagang Februari Menyusut)

Menurut Pramono, Pence dengan Jokowi akan membahas materi pertemuan G20. Pertemuan para kepala Negara dari 20 kekuatan ekonomi terbesar dunia itu akan digelar di Hamburg, Jerman, pada Juli 2017 mendatang.

Lalu, apakah Pence juga akan membawa kepentingan Freeport dalam pertemuan dengan Jokowi? Pramono belum bisa memastikannya. "Bahwa nanti ada pembahasan itu (Freeport), saya tidak tahu karena materi belum diberikan," ujar Pramono.

Grafik: 10 Negara dengan Kontribusi Pemanasan Global Terbesar

Sebelum Pence dan Hollande, Jokowi juga telah menerima beberapa kepala Negara lain seperti Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, serta Raja Salman dari Arab Saudi. Selain itu, Indonesia juga baru menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA).

(Baca juga: Sri Mulyani: Investor Amerika Lebih Minati Surat Utang Indonesia)

Hal tersebut, menurut Pramono, menunjukkan Indonesia memiliki stabilitas politik dan ekonomi yang diakui dunia. "Ini menunjukkan bahwa dalam konteks global menjadi tumpuan dari pertumbuhan ekonomi dunia yang pesat saat ini," katanya.

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
"Itu akan dikelola dengan hati-hati dan bertanggungjawab sesuai dengan standar pengelolaan internasional," kata Jokowi.
Ada penambahan penerima manfaat Program Keluarga Harapan menjadi 10 juta keluarga dari sebelumnya 6 juta keluarga dan penerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).
Setya Novanto tidak hadir dalam sidang paripurna tentang penyampaian RAPBN 2018 karena masalah kesehatan.