Melihat perkembangan saat ini, Pertamina dinilai membutuhkan jabatan sekelas direksi di bidang teknologi dan pengembangan.
Pertamina
Donang Wahyu|KATADATA

Dewan Komisaris Pertamina akan mengajukan usulan struktur direksi baru PT Pertamina (Persero). Alasannya, jajaran direksi Pertamina saat ini dinilai perlu penambahan usai penghapusan posisi Wakil Direktur Utama.

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng menjelaskan, pemilihan calon untuk mengisi posisi Direktur Utama Pertamina telah usai. Elia Massa Manik diangkat sebagai Dirut Pertamina yang baru setelah posisi tersebut lowong selama 1,5 bulan. (Baca: Tenggat 3 Bulan, Elia Minta Direksi Pertamina Bebas Kepentingan)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Setelah dirut baru ini melakukan konsolidasi internal, Tanri mengatakan, Dewan Komisaris akan segera mengusulkan penambahan direksi baru di tubuh Pertamina. "Kami akan mengusulkan. Dewan Komisaris memikirkan untuk mengusulkan tambahan (Direksi) di struktur baru," katanya usai RUPS Pertamina di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (16/3).

Tanri mengatakan, Dewan Komisaris memang belum memutuskan jabatan baru tersebut. Namun, dengan melihat perkembangan saat ini, Pertamina dinilai membutuhkan jabatan sekelas direksi di bidang teknologi dan pengembangan. Apalagi, Pertamina masih belum memiliki direktorat khusus tersebut, karena masih dirangkap oleh Direkorat lainnya.

"Ya namanya perusahaan seperti Pertamina harus ada teknologinya dong," ujar Tanri. (Baca: Lewat Kompromi, Elia Massa Manik Segera Jadi Dirut Pertamina)

Menurut dia, pemilihan dirut baru saat ini memang merupakan momentum untuk kembali memperbaiki struktur di Pertamina. Memang, kinerja perusahaan saat ini dinilai sudah baik. Namun, Tanri menyoroti sektor hulu migas agar bisa terus meningkatkan produksi.

Pertamina dinilai harus semakin agresif agar bisa mencapai peningkatan produksi tersebut. Dengan begitu, Pertamina dituntut mencari tambahan-tambahan sumber produksi di luar negeri. (Baca: RUPS Pertamina Besok, Dirut Baru Diminta Konsolidasi Internal)

Selain itu, Pertamina harus segera membangun kilang-kilang minyak untuk melakukan pengolahan. Hal tersebut tentunya bisa didukung oleh penggunaan teknologi yang baik. "Jadi, kami harus melakukan apa yang sebelumnya tidak dilakukan oleh tim yang sekarang ini," ujar Tanri.

Artikel Terkait
Salah satu penyebab kenaikan itu adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang sekarang 100% dikelola Pertamina.
"Di sini (Dumai) dikembangkan terakhir dengan RDMP. RDMP di sini tahun 2021-2022," kata Otto
Jika nantinya mendapatkan izin membangun SPBU baru masih sulit, BPH Migas menawarkan sub penyalur binaannya diambil alih Pertamina.