Pekerja yang ada akan disebar ke gerbang-gerbang tol baru sepanjang 667 kilometer yang dioperasikan Jasa Marga.
Antre Gerbang Tol
Sejumlah kendaraan antre memasuki gerbang tol Cibubur di jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur, Rabu (15/3). Data Ditlantas Polda Metro Jaya menunjukkan pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai 7 persen hingga 9 persen per tahun menjadi salah satu penyeba ANTARA FOTO/Andika Wahyu

Pemerintah berencana memberlakukan pembayaran nontunai pada semua pintu tol di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Selanjutnya, program ini akan diperluas hingga seluruh Indonesia. Lalu bagaimana nasib para pekerja penjaga pintu tol?

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator jalan tol yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan tak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Meski, kemungkinan akan perubahan struktur pekerja.

“Hanya perbandingannya saja beda, tapi tidak berarti akan ada PHK," Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dalam konferensi pers Jasa Marga di Jakarta, Rabu (15/3).

(Baca juga: Tahun Ini, Pemerintah Wajibkan Bayar Non-Tunai di Semua Pintu Tol)

Desi cukup optimistis dapat menghindari PHK, sebab perseroan akan mengoperasikan sekitar 667 kilometer tol baru pada tahun 2019. Menurutnya, gerbang tol otomatis tak serta-merta menghilangkan kebutuhan akan pekerja.

Menurut Desi, saat ini pembayaran nontunai di gerbang Jasa Marga masih berada di angka 24 persen. Untuk menaikkannya hingga 100 persen sesuai target Bank Indonesia, Jasa Marga akan melakukan sosialisasi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Mudah-mudahan dengan sosialisasi besar bersama Himbara, target bisa dicapai," kata Desi.

(Baca juga: Jasa Marga Rombak Setengah Jajaran Direksi)

Di kesempatan yang sama, Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun mengatakan bahwa peralihan program nontunai tak akan mudah. Namun, menurutnya kebijakan pemerintah dapat mendorong percepatan program tersebut. "Kami harap bisa menjadi akselerasi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah berencana mengalihkan seluruh pembayaran tol dengan transaksi elektronik nontunai. Tujuannya untuk memperlancar antrean di gerbang tol yang sering mengalami penumpukan kendaraan karena pembayaran tunai.

Ameidyo Daud