Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s dan Fitch, juga berpeluang menaikkan peringkat Indonesia satu level di atas layak investasi. Investasi langsung dari pemodal asing akan mengalir.
Gedung pertumbuhan
Arief Kamaludin|KATADATA

Indonesia diproyeksi bakal segera mengantongi peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat internasional, Standard and Poor’s Financial Services LLC (S&P). Sejauh ini, hanya S&P yang belum memberikan peringkat tersebut untuk Indonesia. Kenaikan peringkat ini bakal mendorong arus investasi yang lebih besar ke dalam negeri.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual memprediksi, S&P bakal menaikkan peringkat Indonesia pada Mei mendatang. Apalagi, lembaga pemeringkat lainnya, yaitu Moody’s Investors Service dan Fitch Ratings sudah duluan menaikkan peringkat Indonesia, bahkan belakangan memberikan proyeksi positif. Artinya, ada peluang kenaikan lebih lanjut peringkat Indonesia satu level di atas layak investasi.  

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

“Moody’s dan Fitch sudah memberikan prospek positif, artinya dalam enam bulan, mereka bisa naikkan (lagi), S&P bisa ketinggalan dua notch. Kalau begitu (tidak naikkan), mereka (S&P) bisa dianggap tidak kredibel,” ujar David kepada Katadata, Rabu (15/3). Maka itu, ia meramalkan S&P bakal segera memberikan peringkat layak investasi untuk Indonesia.

(Baca juga: Sri Mulyani: Investor Amerika Lebih Minati Surat Utang Indonesia)

Lebih jauh, ia menilai, kenaikan peringkat disokong oleh kondisi ekonomi Indonesia yang membaik. “Kondisi fiskal (membaik), kondisi NPL (non performing loan/kredit macet bank) normal, memang naik karena pasca penurunan harga komoditas, tapi masih jauh di bawah batas (threshold),” ucapnya. Selain itu, permodalan bank juga kuat.

Bila betul-betul mendapatkan peringkat layak investasi dari S&P, ia meyakini investasi langsung dari pemodal asing (Foreign Direct Investment/FDI) bakal menguat. Ia melihat potensi kenaikan FDI dari Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Eropa. “Saya (sempat) ketemu delegasi bisnis dari Swiss, Jerman, mereka tertarik (dengan Indonesia),” ucapnya.

Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian juga melihat adanya peluang peningkatan investasi ke depan menyusul menguatnya ekspektasi pasar tentang kenaikan peringkat Indonesia. “Arus modal ke pasar obligasi diperkirakan masih akan mengalir seiring dengan ekspektasi adanya kemungkinan S&P menaikkan rating Indonesia dalam waktu dekat,'' ujarnya.

Peringkat layak investasi menjadi penting sebab menunjukkan risiko gagal bayar (default) utang pemerintah atau perusahaan relatif rendah. Dengan adanya peringkat itu, investor makin percaya  menempatkan dananya dalam instrumen keuangan dan investasi berjangka panjang. (Baca juga: BI Tagih Peringkat Kredit 406 Korporasi Pengutang Luar Negeri)

Moody’s dan Fitch sudah sejak lama menghadiahkan Indonesia peringkat layak investasi. Pada Desember lalu, Fitch bahkan memberikan prospek positif terhadap peringkat Indonesia. Langkah tersebut kemudian diikuti Moody’s pada Februari lalu.

Artikel Terkait
Penguatan indeks juga disokong derasnya arus masuk dana asing setelah Indonesia mendapat peringkat layak investasi dari S&P dan menduduki peringkat 4 negara tujuan investasi paling prospektif.
Lantaran obligasi itu dijajakan pada waktu yang bersamaan, seorang pelaku pasar menyatakan, dua bank pelat merah itu mesti berebut calon pembeli. “Sama-sama menarik karena diterbitkan bank BUMN."
Pada kuartal I-2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai masuk di atas 5 persen. Meski tak terlalu besar, tapi hal ini jarang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.