Dari 14 blok migas yang dilelang, ada dua yang telah lolos evaluasi dan tinggal menunggu keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan
Kementerian ESDM
Arief Kamaludin (Katadata)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan mengumumkan hasil lelang blok migas 2016 pada bulan ini. Dari 14 blok migas yang dilelang, hanya ada dua yang telah dievaluasi dan akan ditetapkan pemenangnya.

Direktur Pembinaan Hulu Kementerian ESDM Tunggal mengatakan hasil evaluasi tersebut kini tengah menunggu keputusan dari Menteri ESDM Ignasius Jonan. "Pak Dirjen Migas sudah presentasi dan sudah dilaporkan ke Pak Menteri," kata dia di Jakarta, Jumat (17/3). (Baca: Lelang Blok Migas Nonkonvensioal Tidak Laku)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Jumlah blok migas hasil lelang 2016 yang telah dievaluasi ini lebih banyak dari perkiraan kementerian. Sebelumnya Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja memperkirakan hanya ada satu blok migas yang laku dalam lelang tahun lalu. Sementara realisasi hasil evaluasi yang dilaporkan kepada Jonan, ada dua blok.

Tunggal menjelaskan keduanya masing-masing berasal dari hasil penawaran langsung dan lelang reguler blok migas konvensional 2016. Sayangnya dia masih enggan menyebutkan nama blok migas tersebut, sebelum Jonan memutuskan hasil lelang ini.

(Baca: Jonan Sebut Harga Minyak Rendah Penyebab Lelang Blok Migas Tak Laku)

Tahun lalu Kementerian ESDM melelang 14 blok migas melalui penawaran langsung dan lelang reguler. Proses penawaran langsung tujuh blok migas konvensional telah dibuka sejak Juli 2016. Terdiri dari Blok Bukit Barat (offshore Kepulauan Riau), Batu Gajah Dua (onshore Jambi), Kasongan Sampit (onshore Kalimantan Tengah), Ampuh (offshore Laut Jawa), Ebuny, Onin, dan West Kaimana.

Sementara untuk lelang regular juga ada tujuh blok, yakni South CPP (onshore Riau), SE Mandar (offshore Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat), serta Suremana I dan Manakarra Mamuju (offshore Makassar Strait), dan. Kemudian North Arguni dan Kasuri II (onshore Papua Barat), serta Oti (offshore Kalimantan Timur).

Tunggal pernah mengatakan ada tiga blok migas dari skema penawaran langsung yang telah laku. Ketiganya adalah Blok Ebuny (offshore Sulawesi Tenggara), serta Onin dan West Kaimana (onshore-offshore Papua Barat). 

Tahun ini Kementerian ESDM telah menyiapkan 10 blok migas yang akan dilelang. Jumlah ini kemungkinan bisa bertambah, karena evaluasi terhadap blok migas yang akan dilelang belum rampung. Blok migas yang tidak laku akan dilelang ulang.

(Baca: Dianggap Tak Menarik, Lelang Migas Tetap Pakai Skema Gross Split)

Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini pemerintah menawarkan skema gross split untuk kontrak kerja sama semua blok migas yang dilelang tersebut. Adapun lelang blok migas tahun ini akan diumumkan saat agenda akbar Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2017.

Artikel Terkait
“Sehingga ke depan kami bisa memprediksi apakah perlu mengimpor LNG atau tidak," kata Arcandra.
Menurut Dadan Kusdiana, kompensasi 7 tahun ini sesuai dengan UU Migas pasal 39 ayat 1 huruf b.
Salah satu penyebab kenaikan itu adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang sekarang 100% dikelola Pertamina.