Pertamina dapat meningkatkan produksi di masing-masing lapangan migas di Iran tersebut sebesar 200 - 300 ribu bph.
Migas
Dok. Chevron

PT Pertamina (Persero) optimistis dapat meningkatkan produksi Lapangan Ab-Teymour dan Mansouri di Iran. Optimisme tersebut untuk meyakinkan National Iranian Oil Company (NIOC) yang sedang mengevaluasi proposal kerja sama hak kelola yang diajukan oleh Pertamina.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, saat ini produksi dua lapangan minyak di Iran itu  masing-masing 55 ribu barel per hari (bph) dan 70 ribu bph. Dengan kehadiran Pertamina nantinya, dia yakin dapat meningkatkan produksi di masing-masing lapangan tersebut sebesar 200 - 300 ribu bph. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Kunjungi Iran, Pemerintah Bidik Dua Lapangan Migas dan Impor Gas)

Jika diakumulasikan produksi kedua lapangan itu bisa melebihi 500 ribu bph. "Itu kalau kami dipercaya untuk bisa kelola dua lapangan tersebut," kata Syamsu di Jakarta, Kamis (15/3). 

Menurut Syamsu, dalam waktu dekat tim manajemen tinggi dari NIOC akan datang ke Indonesia. Mereka akan mengunjungi beberapa area operasi Pertamina baik lapangan migas yang ada di darat (onshore) ataupun di lepas pantai (offshore).

(Baca: Arcandra Bantu Pertamina Kelola Lapangan Migas Jumbo di Iran)

Kunjungan itu bertujuan melihat secara langsung kemampuan operasi Pertamina di sektor hulu migas. Syamsu berharap dalam waktu dekat telah ada keputusan dari NIOC terkait pengelolaan dua lapangan minyak itu. 

NIOC dan Pertamina juga akan membicarakan hal-hal terkait komersial dalam pengelolaan dua lapangan itu untuk kontrak tersebut. Apalagi saat ini di Iran belum ada regulasi yang bisa menjadi acuan Pertamina. “Jadi kami belum bisa buat model keekonomian," kata Syamsu.

(Baca: Impor Minyak Mentah dari Iran Tunggu Hasil Uji Coba)

Sebagai gambaran,  jumlah cadangan di dua lapangan tersebut di atas 3 miliar barel. Angka itu hampir mencapai seluruh cadangan minyak di Indonesia saat ini yang sebesar 3,8 miliar barel.

Artikel Terkait
Jika lelang blok migas tahun ini laku, maka bisa menjadi pertanda baik baik investasi migas. Apalagi banyak pihak masih meragukan gross split.
Pertamina berencana meluncurkan produk tersebut Maret 2018
Pertamina membentuk satuan tugas (satgas) untuk pengamanan pasokan bahan bakar yang bertugas sejak 18 Desember 2017 hingga 8 Januari 2018.