Jokowi meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk fokus mengembangkan industri pengolahan.
Jokowi
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggerakkan roda ekonominya ke sektor industri pengolahan, perikanan dan pertanian. Sebab, fluktuasi harga komoditas di pasar global tak lagi menguntungkan bagi sektor tambang.

"Ketergantungan ini (terhadap tambang) masih menyimpan kerentanan," kata Jokowi di Jakarta, Senin (10/4).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Jokowi menuturkan, tahun lalu sektor tambang masih menyumbang 20,8 persen perekonomian Kalimantan Selatan. Akibatnya, provinsi yang beribu kota di Banjarmasin ini sempat terpukul saat harga produk tambang merosot.

(Baca juga: BKPM: Sektor Maritim Bakal Dominasi Investasi Nasional)

Dengan sumber daya yang dimilikinya, menurut Jokowi, Kalimantan Selatan harus  fokus mengembangkan industri pengolahan. Sebab, tahun lalu porsi pengolahan dalam ekonomi Kalsel masih mencapai 13,9 persen. Angka itu bahkan di bawah kehutanan, pertanian, serta perikanan.

Oleh sebab itu dirinya meminta Kalsel segera mempercepat realisasi pembangunan dua kawasan industri yakni Batulicin serta Jorong. Selain memindahkan porsi ekonomi, keberadaan industri pengolahan juga disebut Jokowi dapat menyerap tenaga kerja. "Jadi bahan mentah harusnya dapat masuk ke industri pengolahan," kata Jokowi.

Tidak lupa, Jokowi juga meminta sektor pertanian serta perikanan dapat terintegrasi dengan industri pengolahan. Selain itu segala macam infrastruktur pendukung lain dari kawasan industri ini juga harus ada dalam menunjang sektor pengolahan. "Listrik, air bersih, hingga pelabuhan harus terintegrasi," kata Jokowi.

(Baca juga:  Tak Segera Bangun Smelter, Jonan Ancam Cabut Izin Ekspor Freeport)

Sedangkan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan sebenarnya sudah ada minat investor seperti di bidang kayu lapis (plywood), karet, kelapa sawit, hingga baja. Namun dia mengatakan kadang investor masih ragu akan kondisi daerah Batulicin seperti apa. "Oleh sebab itu kami meminta dukungan pembanguna infrastruktur (dari pemerintah pusat)," katanya.

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
Para menteri di bidang ekonomi kemungkinan besar aman. Menteri asal Partai Amanat Nasional terancam.
Jika tidak memakai ISAK 8, Pertamina akan terbebas dari kewajiban mencatat seluruh utang mitranya.
"Mestinya kalau ada hal penting saya dikabari."