Agar tepat sasaran, nelayan akan diberi kesempatan untuk mencoba dulu purwarupa kapal yang akan diberikan padanya.
Nelayan Tuna
Nelayan mendorong perahu Pakura miliknya untuk melaut. Pakura banyak digunakan oleh nelayan-nelayan Filipina untuk menangkap tuna. Donang Wahyu|KATADATA

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan dana Rp 467 miliar untuk pengadaan 1.068 unit kapal perikanan berbagai ukuran pada tahun ini. Kapal-kapal itu akan dibagikan ke koperasi nelayan di seluruh Indonesia.

KKP tetap melanjutkan program ini, meski realisasi pengadaan dan penyaluran kapal bantuan tahun lalu hanya mencapai 43,74 persen atau 752 unit dari target sebanyak 1.719 kapal

“Untuk 2017 sudah kami rancang dengan hati-hati melalui verifikasi program tahun 2010-2016. Yang berjalan kurang baik akan kami tarik lalu didistribusikan ulang,” kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja di Jakarta, Selasa (18/4).

(Baca juga: KKP Percepat Proses Perizinan Kapal Ikan Lokal)

Sjarief merinci, kapal yang akan dibangun tahun ini berukuran di bawah 5 GT sebanyak 449 unit, kapal 5 GT 498 unit, kapal berbobot 10 GT 92 unit, kapal dengan berat 20 GT sebanyak 3 unit, 20 unit kapal ukuran 30 GT dan 3 unit kapal penangkap berukuran 120 GT dari baja. Selain itu akan dibangun pula kapal pengangkut berukuran 100 GT dari baja sejumlah 3 unit.

Untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tepat guna, petugas telah merancang spesifikasi desain kapal yang sesuai karakteristik perairan, kearifan lokal dan kebutuhan nelayan calon penerima bantuan. Bahkan, nelayan diberi kesempatan untuk melakukan uji coba purwarupa kapal yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Kami mengundang calon penerima, disuruh nyoba kapal seperti ini cocok atau tidak,” kata Sjarief.

(Baca juga: Menteri Susi Minta Bantuan Radar dan Tarik Investasi dari Jepang)

Sjarief mengakui bahwa sebagian kapal bantuan yang belum selesai dibangun pada 2016 dilimpahkan (carry over) ke anggaran 2017. Selain itu, beberapa kapal bantuan program dari 2010-2016 yang mangkrak akan ditarik, diperbaiki dan didistribusikan ulang. Proses tersebut akan dilakukan dengan menggandeng BUMN Perikanan dan koperasi-koperasi di daerah.

Sebelumnya, sejak 2010 kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti ini telah mendistribusikan total 1.787 kapal bantuan berbagai ukuran. Adapun penerima bantuan pada 2010-2015 adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) melalui mekanisme lelang. Sedangkan tahun 2016 dan 2017 adalah Koperasi melalui e-katalog lewat lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP) LKPP.

Tahun ini KKP menargetkan produksi perikanan tangkap sebanyak 7,8 juta ton. Angka itu lebih tinggi dari capaian tahun lalu sebesar 6.83 juta ton. Adapun jumlah nelayan yang terdata KKP sebanyak 2,7 juta nelayan dengan 625 ribu kapal. 

(Baca juga: Keluhkan Birokrasi, Menteri Susi: Seperti Cabut Gigi Kerbau)