"Hasil dari right issue ini akan kami gunakan untuk modal kerja"
mnc.jpg
KATADATA/

PT MNC Sky Vision Tbk. berencana menerbitkan saham baru (rights issue) dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Aksi koroprasi ini telah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan televisi berlangganan milik Hary Tanoesoedibjo itu.

Direktur Utama MNC Sky Vision Hari Susanto menjelaskan perseroan akan menerbitkan 1,29 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per lembar saham. Dana yang dihasilkan dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) ini akan dipergunakan untuk modal kerja perusahaan, khususnya di tahun ini. 

"Hasil dari rights issue ini akan kami gunakan untuk modal kerja," ujar Hari saat ditemui usai pelaksanaan RUPSLB tersebut, di Gedung MNC Tower, Jakarta, Jumat (12/5). (Baca: Proyek MNC – Trump di Lido Ditargetkan Rampung 2019)

Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada jajaran Direksi perusahaan dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal dengan mekanisme HMETD. Dana yang diperoleh akan masuk dalam bagian dari peningkatan modal yang disetor.

Hasil RUPSLB ini juga memberikan wewenang dan kuasa untuk menentukan rasio pelaksanaan PUT I Perseroan, harga pelaksanaan, penggunaan dana. Kemudian penyesuaian-penyesuaian atau tindakan-tindakan lainnya yang perlu dilakukan sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Berbarengan dengan RUPSLB MNC Sky Vision pun juga melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang menghasilkan beberapa keputusan. Pertama, menyetujui dan menerima laporan tahunan Direksi dan Laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris mengenai kinerja perusahaan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016. Kedua, menerima dan mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2016.

Pada 2016, MNC Sky Vision mencatat pelanggan sebesar 2,5 juta pelanggan dengan pendapatan rata-rata per pelanggan atau Average Revenue per User (ARPU) tercatat sebesar Rp 92.416. Sementara tingkat rata-rata pelanggan yang masuk dan keluar (churn rate) secara bulanan sebesar 0,99 persen. Persentasenya mengalami penurunan signifikan dari rata-rata churn rate bulanan tahun 2015 sebesar 1,86 persen.

Perusahaan mencatatkan pendapatan Rp 3 triliun, dengan pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi dan penyusutan (EBITDA) sebesar Rp 1,02 triliun. Perolehan ini lebih rendah dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya Rp 3,23 triliun.

Sepanjang 2016, entitas MNC Group itu mencatat rugi bersih Rp 197,44 miliar, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 758,06 miliar. "Secara pangsa pasar dan jumlah pelanggan, kami masih nomor satu di Indonesia," ujar Hari.

Ketiga, RUPS tersebut juga menerima pengunduran diri Bapak David Wongso yang berlaku efektif sejak ditutupnya Rapat, serta pengunduran diri Ibu Adita Widyansari yang berlaku efektif tanggal 29 Mei 2017, masing-masing selaku Direktur Perseroan. Kemudian, menetapkan kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahan yang baru.

Susunan Dewan Komisaris MNC Sky Vision:

  • Komisaris Utama: Bapak Hary Tanoesoedibjo
  • Komisaris: Bapak Posma Lumban Tobing
  • Komisaris Independen: Bapak Hery Kusnanto
  • Komisaris Independen: Bapak Ahmad Rofiq

Susunan Direksi MNC Sky Vision:

  • Direktur Utama: Bapak Hari Susanto
  • Direktur: Bapak Herman Kusno
  • Direktur: Bapak Budiman Hartanu
  • Direktur: Bapak Parjan Rustam Lo
  • Direktur: Ibu Dhini Widhiastuti
  • Direktur: Ibu Salvona Tumonggor Situmeang
  • Direktur Independen: Bapak Ruby Budiman