Perusahaan memastikan konsorsium Erick Thohir bakal menyuntikkan modal sebesar Rp 2 triliun secara bertahap melalui rights issue GREN.
Bumiputera
Arief Kamaludin (Katadata)

Direktur PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJBumiputera) Wiroyo Karsono mengklaim perusahaan yang baru didirikan pada 12 Februari tersebut sudah berhasil mengumpulkan pendapatan premi sebesar Rp 50 miliar dalam tempo satu bulan. Padahal, modal awal perusahaan baru sebesar Rp 100 miliar.

“Dari sisi premi sudah naik. Baru operasi Maret tapi premi sudah Rp 50 miliar sebulan,” kata Wiroyo usai menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerja sama layanan jasa keuangan dengan BRI di Gedung BRI I, Jakarta, Kamis (18/5).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Pendapatan premi tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah pemegang polis. Saat ini, perusahaan mengklaim telah berhasil menggaet 10-12 ribu pemegang polis. (Baca juga: Gaet 12 Ribu Pemegang Polis, PT AJBumiputera Gandeng BRI Kelola Kas)

Ke depan, Wiroyo berharap bisnis perusahaan bisa berkembang pesat setelah adanya suntikan modal dari investor. Sejauh ini, baru bos Grup Mahaka Erick Thohir yang diketahui jadi investor. Ia masuk dalam konsorsium yang disebut-sebut berkomitmen menyuntikkan modal kepada perusahaan.

Rencananya, Erick bakal menyuntikkan modal sebesar Rp 2 triliun secara bertahap. "Kalau Erick Thohir masuk, RBC (Risk Based Capital) kami bisa di atas 2 ribu persen. Bahkan 5 ribu persen. Cukup untuk mengembangkan bisnis, investasi, dan di sistem," kata Wiroyo.

RBC merupakan rasio solvabilitas. Rasio ini menunjukkan kekuatan atau kesehatan keuangan perusahaan. Saat ini, Wiroyo mengklaim RBC AJBumiputera mencapai 263 persen. Angka ini di atas ketentuan batas minimal RBC perusahaan asuransi yaitu 120 persen.

Rencananya, penambahan modal oleh Konsorsium Erick Thohir akan dilakukan melalui rights issue alias penerbitan saham baru oleh induk usaha AJBumiputera, yaitu PT Evergreen Invesco Tbk. (GREN). Sebelumnya, GREN mengakuisisi AJBumiputera dari perusahaan asuransi tertua di Indonesia: Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera. Dari AJB Bumiputera jugalah AJBumiputera menerima modal awal yang sebesar Rp 100 miliar.

Adapun, GREN diketahui belum mendaftarkan rencana rights issue kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal, perusahaan menargetkan aksi korporasi tersebut bisa digelar pada Mei ini. Meski begitu, Wiroyo memastikan rights issue bakal digelar dan Erick bakal ambil bagian dalam rights issue tersebut. (Baca juga: Tumpuan Selamatkan Bumiputera, Rights Issue GREN Belum Terdaftar)

"Yang jelas, Juni-Juli akan masuk (suntikan modal) tahap pertama. Bertahaplah, Rp 2 triliun," tutur dia. Sejauh ini, menurut dia, belum ada investor baru yang bakal ikut masuk selain Erick Thohir.

Artikel Terkait
Pengelola statuter AJB BUmiputera dan OJK mengkaji ulang skema penyelamatan yang sebelumnya telah dilakukan, namun kurang berhasil.
"Kalau bagi OJK yang penting investor masuk, entah itu uang dari mana entah dari right issue, entah dari kantong dia, atau dia menerbitkan surat ataupun utang," kata Firdaus Djaelani.
"Nanti sudah ada solusi, harus didiskusikan di publik. Kami maunya ini silent (tidak berisik/secara ‘diam-diam’) tapi done (selesai),” kata Ketua OJK terpilih Wimboh Santoso.