Jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 16 ribu orang, lebih banyak dibandingkan jumlah pengunjung TEI 2016 sebanyak 15.567 orang dari 125 negara.
Trade Expo Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Perdagangan menyelenggarakan Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Lebih dari 300 produk dan jasa dalam negeri ditampilkan dalam pameran dagang terbesar di Indonesia yang rutin diadakan setiap tahun ini.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menargetkan total transaksi yang bisa terkumpul dari TEI 2017 mencapai US$ 1,1 triliun atau sekitar Rp 14,7 triliun. "Tapi harapannya lebih dari itu. Kami kalau menaruh target pasti berdasarkan perhitungan yang dapat tercapai," ujarnya saat membuka TEI 2017 di Tangerang, Kamis (18/5).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dia mengatakan penyelenggaraan TEI tahun lalu menandai titik balik kebangkitan ekspor Indonesia, dengan total transaksi yang mencapai US$ 1,02 miliar. Nilai ini naik sekitar 12 persen dari perolehan transaksi TEI 2015. Negara dengan nilai transaksi terbesar antara lain India, Malaysia, Swiss, Mesir, dan Prancis.

Adapun 10 negara yang paling banyak mengirimkan buyer pada TEI 2016 adalah Nigeria, Arab Saudi, India, Indonesia, Lebanon, Kuwait, Pakistan, Vietnam, Amerika Serikat, dan Argentina. Produk-produk yang diminati antara lain kecantikan dan kesehatan, busana dan accessories, kosmetik, tekstil dan garmen, pertanian, dekorasi rumah, elektronik dan kelistrikan, makanan dan minuman, serta kopi.

Kementerian Perdagangan juga menargetkan jumlah pengunjung tahun ini mencapai 16 ribu orang. Adapun jumlah pengunjung pada TEI 2016 tercatat mencapai 15.567 orang dari 125 negara. Sebelumnya, kementerian telah melakukan promosi dan sosialisasi di luar negeri lewat 132 Kantor Perwakilan Republik Indonesia, Atase Perdagangan, dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

(Baca: Kuartal I-2017 Surplus Dagang US$ 3,9 Miliar, Tertinggi Sejak 2012)

Atase Perdagangan dan Kepala ITPC bertugas mencari dan meyakinkan pembeli atau buyer di negaranya untuk datang ke TEI dan berbisnis dengan eksportir Indonesia. Tidak hanya sebagai agen pemasaran produk Indonesia di luar negeri, tapi juga sekaligus sebagai customer service bagi buyer di negara akreditasinya yang menjadi mitra pelaku usaha Indonesia.

Enggar mengatakan TEI menjadi layanan bisnis satu atap atau one stop business service bagi pembeli yang mencari produk Indonesia dengan kualitas tinggi dan berdaya saing. TEI 2017 diikuti oleh 1.100 peserta/ekshibitor, yang merupakan produsen, eksportir, serta pemasok produk dan jasa Indonesia. 

“Kami berharap TEI akan terlaksana lebih baik lagi lewat penataan tampilan dan layout zonasi produk yang lebih baik dan lebih menarik sesuai standar internasional,” katanya di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (18/5).

TEI tahun ini merupakan gelaran TEI yang ke-32 kali. Rangkaian TEI 2017 akan diselenggarakan pada 11-15 Oktober 2017 di ICE BSD, Tangerang, Banten bertema 'Global Partner for Sustainable Resources'.   (Lihat: Trade Expo Indonesia, Etalase Produk Unggulan Ekspor)

Semua produk dan jasa yang dipamerkan dibagi dalam 7 zona produk potensial dan unggulan nasional. Zona-zona tersebut adalah furniture and furnishing; fashion, craft and creative products; premium products; strategic industries; manufacturing products and services; food and beverages; dan province premium products. Setiap hall pameran akan dilengkapi dengan buyer service area untuk melayani buyer selama berada di lokasi pameran.

Artikel Terkait
"Kami memprediksi (pertumbuhan ekonomi tahun ini) sebesar 5,2 persen. Kalau semester I ini mencapai 5,1 persen maka secara rata-rata pertumbuhan ekonomi semester II akan 5,3 persen," kata Aldian
"Jika kerja sama berkembang bagus, Suriname bisa menjadi alternatif pasar juga bagi produsen Indonesia, bagi peternak Indonesia," kata Slamet Soedarsono
“Maknyuss” merupakan ungkapan kelezatan yang dipopulerkan oleh pakar kuliner Bondan Winarno, Komisaris Tiga Pilar.