Kenaikan peringkat diklaim bakal membuat pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya semakin optimistis terhadap perkembangan ekonomi Indonesia.
agus marto
Arief Kamaludin|KATADATA

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyambut positif keputusan lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia menjadi layak investasi (investment grade). Hal tersebut mempertegas pengakuan dunia soal keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas perekonomian domestik.  

"Ini semakin menegaskan pengakuan dunia internasional terhadap keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian," kata Agus dalam keterangan persnya, Jumat (19/5).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dengan kenaikan peringkat ini, ia yakin pelaku pasar dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya semakin optimistis terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Ia pun menekankan komitmen instansinya untuk terus menjaga stabilitas makroekonomi. (Baca juga: IHSG Cetak Rekor Baru Berkat Peringkat Layak Investasi dari S&P)

Agus menjelaskan, keputusan S&P menaikkan peringkat didasari oleh beberapa pertimbangan, di antaranya risiko fiskal yang berkurang seiring dengan kebijakan anggaran pemerintah yang lebih realistis. Pemangkasan anggaran seperti dilakukan pemerintah tahun lalu, misalnya, bisa membatasi kemungkinan pemburukan defisit ke depan secara signifikan.

“Langkah ini juga dapat mengurangi risiko peningkatan rasio utang Pemerintah terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) dan beban pembayaran bunga,” kata dia.

Di sisi lain, S&P juga memproyeksikan program pengampunan pajak (tax amnesty) serta pengelolaan pengeluaran fiskal berdampak pada perbaikan penerimaan negara ke depan. Perumusan kebijakan yang efektif juga dianggap bakal mendukung keuangan pemerintah yang berkesinambungan dan pertumbuhan ekonomi yang berimbang.

Terkait peran BI, kata Agus, S&P menyatakan BI memegang peran kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi dampak dari gejolak ekonomi dan keuangan kepada stabilitas makroekonomi. "Inflasi bisa dijaga dan sejalan dengan negara mitra dagang utama," kata dia.

S&P juga menilai positif independensi BI dalam menjaga pencapaian target kebijakan moneter, peningkatana penggunaan instrumen berbasis pasar dalam implementasi kebijakan moneter, serta penerapan fleksibilitas nilai tukar rupiah.

Adapun, peringkat layak investasi dari S&P melengkapi dua peringkat layak investasi yang sudah duluan diberikan lembaga pemeringkat dunia lainnya, yaitu Moody’s Investors Service dan Fitch Ratings. (Baca juga: Darmin: S&P Terlambat 6 Tahun Naikkan Peringkat Indonesia)

Artikel Terkait
Badan Pusat Statistik melansir impor barang modal mencapai US$ 2,63 miliar pada November 2017 atau melonjak 20,65% di bandingkan bulan sebelumnya.
Uang tunai yang disiapkan BI mencapai dua kali lipat dari proyeksi kebutuhan uang tunai sepanjang Desember 2017 yang berkisar Rp 88 - 93 triliun.
"Kami jaga suku bunga akan tetap stay (bertahan)," kata Asisten Gubernur BI Dody Budi Waluyo.