"Pengusaha kita masih di bawah 1 persen dari total jumlah penduduk, target kami bisa sampai 3 persen lah," kata Ketua Komisi XI DPR Melchias Mekeng
Luhut
Arief Kamaludin (Katadata)

Pemerintah berupaya meningkatkan dan mengembangkan pengusaha muda di Indonesia. Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengundang Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio dan Ketua Komisi XI DPR Melchias Marcus Mekeng untuk memberikan masukan terkait dengan pengembangan pengusaha muda.

Mekeng menjelaskan bahwa dirinya diminta untuk membantu pemerintah memberi masukan-masukan terkait apa saja yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi pengusaha muda. Karena semakin banyak pengusaha baru tercipta, maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang terbuka. Alhasil, perekonomian Indonesia akan semakin baik dan kuat ke depannya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Pengusaha kita masih di bawah 1 persen dari total jumlah penduduk, target kami bisa sampai 3 persen lah," ujar Mekeng saat ditemui usai bertemu Luhut di Kantor Kementerian koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (19/6). (Lihat Databoks: Indonesia Masih Kekurangan Pengusaha)

Meski begitu, Mekeng tidak menjelaskan secara rinci kapan target tersebut bisa dicapai. Dirinya hanya mengatakan, bahwa target pengusaha sebanyak tiga persen dari jumlah penduduk ini harus bisa dicapai secepatnya. Namun, masukan dan tahapan yang akan disusunnya akan berfokus pada pengembangan pengusaha muda, bukan yang sudah tua.

Sementara itu, Tito menambahkan dirinya juga diminta untuk menyusun masukan-masukan yang perlu diambil pemerintah untuk mengembangkan potensi pengusaha muda di Indonesia. Rencana ini akan benar-benar ditujukan bagi pengusaha untuk berkembang secara perseorangan, bukan korporasi besar yang sudah ada.

"Bukan hanya pengusaha muda, tetapi juga harus tersebar di seluruh wilayah Indonesia," ujar Tito. (Baca: Menaker: Pengusaha Perempuan Bertambah 1,6 Juta Orang Sejak 2015)

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan lantaran sejauh ini, pengembangan terhadap pengusaha mudah masih berfokus di kota-kota besar di Indonesia. Sebagai Direktur Utama BEI, salah satu tugas yang diembannya adalah untuk menyiapkan instrumen agar para pengusaha ini tidak asing dengan skema perolehan dana di pasar modal.

Selain itu, secara khusus Tito meminta kepada Mekeng selaku perwakilan anggota dewan untuk mengawasi dan memastikan adanya keberpihakan pemerintah terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tujuannya, agar sektor usaha ini bisa semakin mudah memperoleh pendanaan. Karena selama ini, permasalahan utama UKM untuk mengembangkan bisnisnya adalah dalam perolehan modal.

"Jadi, mulai mencari utang, peningkatan ekuitas sampai keberpihakan negara kepada pengusaha. Bukan hanya di Jawa, tapi seluruh Indonesia," ujarnya.

Artikel Terkait
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono masih menunggu permintaan resmi untuk membangun apartemen DPR.
Permintaan dunia diperkirakan tumbuh 3,9% sehingga volume perdagangan dunia bakal meningkat.
Setya Novanto masih memberikan pidato pembukaan masa persidangan DPR dalam agenda paripurna penyampaian RAPBN 2018.