“Bisa dikompensasikan dengan macam-macam, misalnya tax holiday,"
Blok migas
Katadata

Pemerintah menyiapkan insentif bagi industri yang akan menyerap gas Blok Masela. Tujuannya untuk meringankan para pembeli. Apalagi ada selisih harga antara yang diinginkan pelaku industri dan operator Blok Masela, yakni Inpex Corporation.

Para pelaku industri ini menginginkan harga sebesar US$ 3 per mmbtu. Di sisi lain, Inpex Corporation menghitung keekonomian harga gas di Blok Masela sebesar US$ 5,86 per mmbtu.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Di Atas Permintaan Industri, Harga Gas Masela Dipatok US$ 5,5)

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam mengatakan nantinya harga yang dipakai tetap US$ 5,86 per mmbtu. Namun pelaku industri mendapat keringanan dalam menjalankan bisnisnya. “Bisa dikompensasikan dengan macam-macam, misalnya tax holiday," kata dia usai rapat koordinasi membahas penyerapan gas Masela di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Senin (16/6).

Dengan insentif itu, para pelaku industri diharapkan bisa mencapai keekonomian ketika membangun pabriknya di kawasan Masela. Alhasil proyek tersebut bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dalam rapat yang berlangsung hari ini, Khayam mengaku belum ada alokasi gas berubah. Adapun industri yang akan membeli gas adalah PT Pupuk Indonesia dengan alokasi 214 mmscfd, Elsoro Multi Prima 160 mmscfd dan Kalimantan Metanol Indonesia (KMI)/Sojitz 100 mmscfd. Komposisi alokasi ini berdasarkan surat Kementerian Perindustrian terhadap Menteri ESDM pada November tahun lalu.

Selain itu PLN juga awalnya berencana menyerap 60 mmscfd. Namun, hal itu masih belum pasti karena perusahaan pelat merah itu juga memiliki opsi batubara sebagai bahan bakar pembangkit listriknya.

(Baca: Kemenperin: Pertamina Batal Beli Gas dari Blok Masela)

Industri yang akan menyerap gas dari Blok Masela akan kembali diminta presentasi oleh pemerintah pada 17 Juli nanti. Mereka harus menyampaikan akan membangun industri apa saja, volume gas yang akan diserap, dan harga gas yang akan disepakati. Ini  sebagai bahan menuju kontrak.

Berbeda dengan penjelasan Khayam, Kepala Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan perusahaannya berencana akan menyerap 240 mmscfd gas Masela jika pemerintah mau memberikan insentif. "Intinya jangan sampai rugi, misalnya ada insentif tax holiday,atau infrastruktur tertentu disiapkan pemerintah," kata dia kepada Katadata, Senin (19/6).

(Baca: Kementerian ESDM Tak Mau Berikan Subsidi Harga Gas Blok Masela)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan pembahasan pembeli gas Masela selama tiga bulan ke depan ini akan melibatkan tim teknis. Tim teknis sudah terbentuk dan terdiri dari Kementerian EDSM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan juga Kemenperin. "Tim itu spesifiknya untuk mencari opsi keekonomian. Tidak hanya gas alam cair (LNG) tapi di petrokimia juga," kata dia. 

Artikel Terkait
"Exxon minta US$ 121 juta di struktur Jambaran Tiung Biru," kata Syamsu.
Jadi apabila kebutuhan dalam negeri sudah berlebih, produk kilang itu bisa diekspor. “Mitra-mitra kami ini fair, jika kekurangan ya tidak apa-apa offtaker,” kata Arief.
"Untuk dua aset yang di Rusia sulit untuk dilakukan closing karena perbedaan valuasi yang cukup besar antara hasil perhitungan kami dengan Rosneft," kata Syamsu.