Masa berlaku nota kesepahaman ini adalah lima tahun dan dievaluasi minimal satu kali dalam setahun.
Migas
Dok. Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka pengamanan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta. “Maksud dari nota kesepahaman ini adalah untuk mengatur kerja sama tentang bantuan TNI,” dikutip dari keterangan pers TNI, Jumat (14/7).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Pemerintah Butuh Rp 643 Triliun Bangun Infrastruktur Gas)

Nota Kesepahaman ini terdiri dari beberapa ruang lingkup. Pertama, pengamanan kegiatan, fasilitas, dan infrastruktur bidang ESDM di daerah perbatasan, terpencil, dan pulau terluar atau daerah yang ditentukan lain.  

Kedua, survei bidang energi dan sumber daya mineral. Ketiga, pemanfaatan sumber daya mineral strategis untuk mendukung alutsista TNI. Keempat, kegiatan dan pemanfaatan energi baru terbarukan di daerah perbatasan, terpencil dan pulau terluar, atau daerah yang ditentukan lain. Kelima, pengembangan sumber daya manusia.    

(Baca: Pemerintah Dorong Investor Ikut Bangun Infrastruktur Gas)

Masa berlaku nota kesepahaman ini adalah lima tahun dan dievaluasi minimal satu kali dalam setahun. Nota kesepahaman ini juga bisa diakhiri jika salah satu pihak mengajukan permohonan ke pihak lain selambatnya tiga bulan sebelum pengakhiran. Namun, perjanjian berakhir setelah masanya habis.

Selain TNI, Kementerian ESDM juga pernah menandatangani nota kesepahaman mengenai kerja sama pengamanan di bidang energi dan SDM dengan lembaga lainnya. Salah satunya adalah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 

(Baca: Jonan Gandeng  BNPT Amankan Kilang dan Blok Migas dari Teroris)

Kerja sama tersebut bertujuan mencegah adanya aksi terorisme pada objek vital sektor energi nasional. Adapun objek-objek vital yang dimaksud terdiri dari blok-blok migas seperti Blok Rokan dan Cepu. Selain itu, kilang minyak, Depo BBM, hingga Pusat Pengatur Beban (P2B) listrik.

Artikel Terkait
Jumlah pasokan gas ke Inti Alasindo Energy mencapai 40 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
"Jadi ini sangat tergantung dengan harga, juga terutama nanti siapa pengguna listriknya," kata Iwan
Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan pemahaman pemerintah daerah terhadap Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menjadi acuan dalam menyusun RUED.