"Kalau bagi OJK yang penting investor masuk, entah itu uang dari mana entah dari right issue, entah dari kantong dia, atau dia menerbitkan surat ataupun utang," kata Firdaus Djaelani.
Bumiputera
Arief Kamaludin|KATADATA

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan, PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJBumiputera) telah mendapatkan tambahan suntikan dana sebesar Rp 500 miliar. Dengan tambahan modal tersebut, pendapatan yang diterima pun diharapkan dapat tumbuh.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Firdaus Djaelani menjelaskan, upaya penyelamatan AJBumiputera terus berjalan. "Tadinya kan cuma Rp 100 miliar, sekarang sudah ditambah Rp 500 miliar. Jadi, total sudah Rp 600 miliar," ujar Firdaus saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (17/7).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Menurut Firdaus, dengan suntikan modal tersebut, kinerja AJBumiputera diharapkan terus tumbuh. Namun, dirinya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut berapa target pertumbuhan yang terjadi. (Baca juga:  Bermodal Rp 100 Miliar, AJBumiputera Raup Premi Rp 50 Miliar Sebulan)

Yang pasti, OJK sebagai regulator membebaskan aksi korporasi yang akan dilakukan induk usaha AJBumiputera yakni PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) untuk menyuntik modal kembali.

"Kalau bagi OJK yang penting investor masuk, entah itu uang dari mana entah dari right issue, entah dari kantong dia, atau dia menerbitkan surat ataupun utang," ujarnya.

Sementara Direktur PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJBumiputera) Wiroyo Karsono mengklaim perusahaan yang baru didirikan pada 12 Februari tersebut sudah berhasil mengumpulkan pendapatan premi sebesar Rp 50 miliar dalam tempo satu bulan. Padahal, modal awal perusahaan baru sebesar Rp 100 miliar. 

“Dari sisi premi sudah naik. Baru operasi Maret tapi premi sudah Rp 50 miliar sebulan,” kata Wiroyo. (Baca juga: Gaet 12 Ribu Pemegang Polis, PT AJBumiputera Gandeng BRI Kelola Kas)

Pendapatan premi tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah pemegang polis. Saat ini, perusahaan mengklaim telah berhasil menggaet 10-12 ribu pemegang polis.

Ke depan, Wiroyo berharap bisnis perusahaan bisa berkembang pesat setelah adanya suntikan modal dari investor. Sejauh ini, baru bos Grup Mahaka Erick Thohir yang diketahui jadi investor. Ia masuk dalam konsorsium yang disebut-sebut berkomitmen menyuntikkan modal kepada perusahaan.

Miftah Ardhian
Artikel Terkait
Perlu moratorium restrukturisasi yang sedang dijalankan Pengelola Statuter. Lalu, membentuk tim independen yang mewakili berbagai keahlian dan perwakilan.
OJK menekankan penjualan aset untuk membayar klaim sebagai hal normal. Sebab, aset itu adalah hasil investasi atas premi yang dibayarkan peserta asuransi.
Pengelola statuter AJB BUmiputera dan OJK mengkaji ulang skema penyelamatan yang sebelumnya telah dilakukan, namun kurang berhasil.