Jokowi mengklaim, media India lebih banyak memberitakan survei kepercayaan masyarakat Gallup World Poll. Meski, India hanya ada di peringkat ketiga, sementara Indonesia di peringkat teratas.
Jokowi BEI
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan dialog dengan pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/7). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Presiden  Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan “pelitnya” media dalam memberitakan pencapaian pemerintah. Menurutnya, hal ini berbeda dengan yang terjadi di negara lain.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu Survei Gallup World Poll (GWP) menyebut Indonesia dan Swiss sebagai negara dengan tingkat kepercayaan masyarakat tertinggi di dunia. (Baca juga:  Kepercayaan Masyarakat Indonesia Terhadap Pemerintah Setara Swiss)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Dalam surveinya, Gallup menyebut 80 persen masyarakat Indonesia dan Swiss mempercayai pemerintahnya. Sementara di peringkat ketiga, India mendapat 73 persen. Di sini lah letak kekecewaan Jokowi bermula.

“Saya lihat yang nomor tiga, India saja semua koran itu keluar (beritanya), tapi kita nomor satu tidak ada yang keluar,” kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7).

Toh Jokowi tetap berbesar hati. "Ini juga akan memacu kami semua untuk memperbaiki (kinerja)," ujarnya.

Jokowi juga mengapresiasi anak buahnya sehingga pemerintah mendapat dukungan mamsyarakat. Hal ini, menurutnya, akan membuat pemerintah lebih mudah menjalankan berbagai kebijakan.

"Karena kalau dipercaya masyarakat itu maka bekerja akan lebih mudah. Yang sulit jadi lebih mudah," ujarnya.

Selain Indonesia, Swiss dan India di peringkat tiga besar, Luxemburg, Norwegia, Kanada, Rusia, Turki, Selandia Baru dan Irlandia juga masuk jajaran sepuluh besar. “Ini adalah sebuah survei yang mempunyai kredibilitas yang sangat tinggi dan ini internasional,” kata Jokowi.

Artikel Terkait
Berstatus buronan KPK, Setya Novanto kembali dirawat di rumah sakit akibat sebuah kecelakaan.
Pembangunan daerah wisata harus dilakukan dengan mendetail, termasuk lokasi parkir dan pasar cenderamata.
Pernyataan Jokowi perihal Setya Novanto yang meminta izin, dianggap tidak tegas disebabkan adanya kalkulasi politik.