"Australia dalam konteks ini siap mendukung, dari mulai masterplaning-nya sampai investasinya," ujar Himawan
Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Sejumlah wisatawan berfoto di objek wisata Bukit Cinta, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/4). Bukit Cinta merupakan destinasi wisata yang menawarkan pemandangan matahari tenggelam (sunset). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan investor Australia berminat untuk mengembangkan investasinya di Indonesia. Kali ini, kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tujuan investasinya, mulai pengembangan wisata hingga pembangunan infrastruktur pendukungnya.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga mengatakan Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan wisata prioritas yang akan dikembangkan oleh pemerintah. Untuk itu, telah disiapkan tim dari BKPM, Kementerian Pariwisata, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membuat rencana induk (masterplan) pengembangan kawasan tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sejauh ini, pemerintah telah melaksanakan roadshow ke Australia untuk menawarkan investasi di kawasan Labuan Bajo. "Australia dalam konteks ini siap mendukung, dari mulai masterplaning-nya sampai investasinya," ujar Himawan saat ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (31/7).

(Baca: Jokowi Tagih Realisasi Kerja Sama Rp 26 Triliun dari Qatar dan Arab)

Meski begitu, dia belum bisa memastikan apa saja investasi yang akan direalisasikan Australia. Yang jelas, tim dari pemerintah akan mempersiapkan pemetaan apa saja potensi investasi yang bisa digali di kawasan Labuan Bajo. Himawan memastikan, potensi investasi di kawasan tersebut bukan hanya untuk mengembangkan industri pariwisatanya saja seperti pembangunan hotel, resort, dan sebagainya. 

"Ada pula dari mulai yang kecil-kecil misalnya pengolahan air limbah, water supply, sampai yang besar seperti pengembangan pelabuhan dan bandara. Itu akan dipasarkan juga. Jadi, tidak menutup kemungkinan negara lain juga akan ikut (berinvestasi)," ujarnya.

Selain Labuan Bajo, pemerintah juga akan mendorong masuknya investasi di kawasan sekitar jembatan Suramadu terutama di Kawasan Khusus Madura (KKM) dan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM). Total nilai proyek yang ditawarkan di dua lokasi tersebut mencapai Rp 53,1 triliun. (Baca: Pemerintah Bidik Investasi Rp 53 triliun di Kawasan Suramadu)

Adapun beberapa proyek yang ditawarkan diantaranya Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan seluas 250 hektare (ha) dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp 17,2 triliun dan Jalan Tol sepanjang 15,3 kilometer (km) yang terletak dilokasi KKJSM senilai Rp 2,6 triliun. Kemudian kawasan industri di Labang seluas 284 ha dengan nilai investasi Rp 17,5 triliun dan Kawasan Industri di Klampis seluas 356,7 ha senilai Rp 6,6 triliun.

Selain itu juga dua proyek kawasan pusat bisnis (Central Business District/CBD) dengan total investasi total Rp 4,5 triliun dan dua proyek perumahan senilai Rp 4 triliun. Selanjutnya pengembangan wilayah pantai untuk pariwisata seluas 18,5 ha senilai Rp 662 miliar, serta dua rest area seluas 40 hektare senilai Rp 150 miliar.

Tahun ini pemerintah juga akan menyelenggarakan Regional Investment Forum pada Oktober 2017 ini. Pada acara ini, pemerintah akan fokus untuk mengembangkan peluang invstasi di wilayah Barat Indonesia. Alasannya, pada kegiatan yang sama tahun lalu di Bali, mendorong investasi di Timur Indonesia.

"Penekanannya di sektor pariwisata. Beberapa kawasan pariwisata yang termasuk 10 kawasan Bali baru itu kan sebanyak 6 kawasan di Barat Indonesia," ujarnya. (Baca: Enam Kawasan Ekonomi Khusus Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini)

Sepuluh kawasan wisata yang disebut 'Bali baru' ini meliputi Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika Lombok (NTB), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). 

Artikel Terkait
"Pencabutan kontrak kerja jadi konsekuensinya," kata Jokowi
“Montara kami kejar terus. Saya akan tulis surat kepada Menteri Luar Negerinya untuk meminta bantuan supaya proses hukum disana bisa jalan,” kata Luhut.
Pemerintah menjalankan berbagai proyek infrastruktur yang membutuhkan banyak tenaga kerja.