"Private investment (investasi swasta) tentunya menjadi solusi. Karena dalam lima tahun terakhir, investasinya masih sangat kecil, terutama investasi asing," kata Himawan
BKPM
KATADATA | Arief Kamaludin

Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) bersama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus berupaya untuk menggaet investor untuk mengembangkan kawasan sekitar jembatan Suramadu Promosi pun terus dilakukan untuk memasarkan berbagai proyek investasi dengan nilai total mencapai Rp 53,1 triliun.

Investasi di Suramadu diarahkan terutama di dua lokasi, yakni Kawasan Khusus Madura (KKM) dan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM). Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga mengatakan wilayah ini memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar untuk berinvestasi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Masalahnya, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tidak sanggup untuk membiayai seluruh proyek-proyek potensial dan telah direncanakan akan dibangun di wilayah tersebut. "Private investment (investasi swasta) tentunya menjadi solusi. Karena dalam lima tahun terakhir, investasinya masih sangat kecil, terutama foreign direct investment (investasi asing)," ujarnya dalam acara Suramadu Investor Gathering, di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (31/7).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPWS Suramadu Herman Hidayat mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak, dalam mendorong pengembangan kawasan tersebut. Apalagi dari 38 Kabupaten yang ada di Jawa Timur, sebanyak 4 kabupaten yang belum maju ada di Madura, yakni Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Pamekasan.

"APBN tidak bisa untuk membiayai pembangunan wilayah Suramadu seluruhnya. Maka, kami undang investor untuk ikut membangun kawasan yang ada di KKM dan KKJSM," ujarnya.

Adapun beberapa proyek yang ditawarkan diantaranya Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan seluas 250 hektare (ha) dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp 17,2 triliun dan Jalan Tol sepanjang 15,3 kilometer (km) yang terletak dilokasi KKJSM senilai Rp 2,6 triliun. Kemudian kawasan industri di Labang seluas 284 ha dengan nilai investasi Rp 17,5 triliun dan Kawasan Industri di Klampis seluas 356,7 ha senilai Rp 6,6 triliun.

Selain itu juga dua proyek kawasan pusat bisnis (Central Business District/CBD) dengan total investasi total Rp 4,5 triliun dan dua proyek perumahan senilai Rp 4 triliun. Selanjutnya pengembangan wilayah pantai untuk pariwisata seluas 18,5 ha senilai Rp 662 miliar, serta dua rest area seluas 40 hektare senilai Rp 150 miliar.

(Baca: Tak Produktif, Pemerintah Akan Lebur 8 Lembaga Non-Struktural)

Sementara itu, Deputi Perencanaan BPWS Agus Wahyudi mengatakan sampai saat ini, pihaknya baru menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Hutama Karya Realty. Nota kesepahaman ini berisi komitmen perusahaan tersebut untuk berinvestasi di wilayah KKJSM dengan nilai sekitar Rp 23 triliun.

 "Investasinya hampir di seluruh sektor yang ada, kecuali jalan tol. Mereka sedang melakukan feasibility study (studi kelayakan)," ujar Agus.

Asisten Gubernur II Provinsi Jawa Timur mengatakan pengembangan wilayah Suramadu menjadi salah satu prioritas utama dalam menggenjot investasi di daerahnya. "Pengembangan wilayah tersebut diharapkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pada umumnya serta secara khusus bermanfaat bagi masyarakat Madura," ujarnya. 

Masuknya investasi di wilayah Suramadu diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap realisasi investasi di Jawa Timur. Provinsi tersebut menjadi kontributor utama yang selalu masuk lima besar lokasi realisasi investasi nasional. (Baca: Pemerintah Restui Keinginan Walikota Surabaya Kelola Suramadu)

Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi di Jawa Timur sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp 33,9 triliun atau 10,1 persen total investasi nasional. Realisasi investasi Jawa Timur berada di peringkat ketiga terbesar di bawah Jawa Barat sebesar Rp 54,1 triliun yang berkontribusi sebesar 16,1 persen dan DKI Jakarta sebesar Rp 49 triliun yang berkontribusi 14,6 persen total investasi nasional.

Artikel Terkait
Industri galangan kapal memiliki karakteristik padat karya, padat modal sekaligus padat teknologi.
Penjualan Grup Astra turun drastis dibandingkan kinerja pasar otomotif secara keseluruhan.
Tercatat, ada lebih dari 1.750 perusahaan Jepang menjalankan bisnisnya di Indonesia.