Astra juga tertarik bergabung dengan konsorsium pengembang Pelabuhan Patimban.
Astra
KATADATA

PT Astra International Tbk berencana mengakuisisi sejumlah ruas jalan tol yang dilelang, termasuk milik PT Waskita Karya (Persero) tbk. Selain itu, Astra juga akan membidik beberapa lini bisnis lainnya.

Direktur Astra Paulus Bambang Widjanarko menyebut, perusahaannya sedang membidik rencana lelang beberapa ruas tol di Trans Jawa. Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga berencana melepas saham anak usahanya yakni Waskita Toll Road.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Menurutnya, rencana ini akan dimatangkan dalam beberapa pekan ke depan. "Kami maunya akuisisi ruas ya. Karena kalau ke saham Waskita Toll Road itu besar sekali uangnya," ujar Paulus saat konferensi pers, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/8).

(Baca juga:  Atasi Kampanye Hitam CPO, Astra Agro Genjot Ekspor ke Timur Tengah)

Di antara ruas tol Waskita Karya yang telah dipublikasikan akan dilepas adalah Tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Pasuruan-Probolinggo. Rencananya beberapa ruas tol ini ditawarkan dalam satu paket.

Ia menyebut, Astra telah sering membentuk joint venture (JV) dalam kepemilikan ruas-ruas tol, sehingga, tidak menutup kemungkinan akan membentuknya lagi untuk mengakuisisi ruas tol milik Waskita Karya. Mitranya pun bisa dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Astra juga akan tetap fokus menyelesaikan beberapa ruas tol yang telah dimilikinya seperti Tol Tangerang-Merak (74,25 kilometer/km), Tol Jombang-­Mojokerto (40,5 km), Tol Kunciran-­Serpong (11,2 km).

(Baca juga: Terbelit Efek Kredit Macet, Pendapatan Bunga Bank Permata Turun 22%)

Selain itu, ada juga Ruas Semarang-­Solo yang dimiliki PT Jasa Marga (Persero) sepanjang 72,6 km dengan porsi saham 25 persen. Kemudian Ruas Serpong – Balaraja dengan saham 25 persen dan Ruas Cikopo-­Palimanan dengan panjang 116 km dengan porsi saham 22,3 persen.

Selain bisnis jalan tol, Paulus mengatakan, juga akan fokus untuk ikut menggarap proyek infrastruktur, terutama yang menjadi prioritas pemerintah. Salah satunya yang tengah dibidik yaitu pembangunan Pelabuhan Patimban karena letaknya yang strategis.

"Kan pabrik kami disitu, jadi buat ekspor sangat strategis," ujar Paulus.

Sementara itu, Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto menjelaskan, pada tahun ini, beberapa sektor baru yang mau digenjot adalah infrastruktur dan properti. Sugiarto mengatakan, Astra telah masuk ke bisnis pembangkit listrik di Tanjung Jati dengan kapasitas 2x1.00 MW.

Dengan, megembangkan lini bisnis baru dan terus menggenjot bisnis konvensionalnya, Sugiarto mengatakan, paling tidak sampai dengan akhir tahun ini bisa mempertahankan pertumbuhan kinerja pada semester I-2017.

(Baca: Selain Karet, Kelapa Sawit Akan Dibarter Indonesia dengan Sukhoi)

Tercatat, laba bersih yang diterima mencapai Rp 9,4 triliun atau tumbuh 31 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Pertumbuhan laba bersih yang mencapai 31 persen itu karena harga komoditas yang sudah semakin baik," ujar Sugiarto.

Meskipun demikian, Sugiarto mengatakan, akan memperbaiki kinerja beberapa lini bisnis yang masih mengalami pertumbuhan negatif di semester I-2017 ini. Diantaranya adalah bisnis infrastruktur dan logistik yang hanya memperoleh laba sebesar Rp 110 miliar atau turun 21 persen jika dibandingkan semester I-2016 sebesar Rp 139 miliar.

Kemudian, di bisnis Teknologi dan Informasi sebesar Rp 55 miliar atau turun 25 persen jika jika dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 73 miliar.

Artikel Terkait
Penjualan Grup Astra turun drastis dibandingkan kinerja pasar otomotif secara keseluruhan.
Astratel dan Suez melepaskan 100% saham di Palyja, perusahaan operator air Jakarta. Aksi ini berjarak 3 bulan dengan Sandiaga Uno yang melepas saham Aetra.
Beberapa diantaranya adalah melepas (IPO) cucu atau anak usahanya yang berbisnis tol ke Bursa Efek Indonesia