Targetnya pada 2019 mendatang, minyak dari Lapangan Kedung Keris akan siap berproduksi.
ExxonMobil
Arief Kamaludin|KATADATA

ExxonMobil Cepu Limited telah resmi  mengantongi persetujuan biaya (Authorization for Expenditure/AFE) pengembangan Lapangan Kedung Keris di Blok Cepu, Jawa Timur. Biaya itu untuk membangun fasilitas produksi minyak di lapangan tersebut. 

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan persetujuan biaya untuk lapangan Kedung Keruus tersebut sudah disetujui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akhir Juli lalu.”Untuk nilainya, saya tidak dapat memberikan komentar," kata dia kepada Katadata, Jumat (11/8).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: SKK Migas Restui ExxonMobil Garap Lapangan Kedung Keris)

Hal ini juga dibenarkan Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan AFE untuk lapangan tersebut sudah mendapat restu SKK Migas."Sebagian AFE Kedung Keris sudah disetujui termasuk untuk Engineering, Procurement, and Construction (EPC)," kata dia.

Dengan biaya yang sudah disetujui itu, Exxon akan membangun pipa yang dihubungkan ke unit pengolahan utama (Central Processing Facility/CPF) di Lapangan Banyu Urip. Alhasil, minyak dari Lapangan Kedung Keris akan terintegrasi dengan fasilitas produksi utama di Banyu Urip.

Saat ini Exxon tengah melakukan proses tender untuk mencari perusahaan yang akan membangun fasilitas produksi tersebut.  Targetnya pada 2019 mendatang, minyak dari Lapangan Kedung Keris akan siap berproduksi. 

(Baca: Lapangan Kedung Keris di Blok Cepu Ditargetkan Berproduksi 2019)

Di sisi lain, dokumen rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) Lapangan Kedung Keris telah disetujui SKK Migas pada Juni 2016 lalu. Sesuai dengan PoD itu, kapasitas fasilitas produksi itu bisa mencapai 5.000 barel per hari (bph).

Exxon berhasil menemukan cadangan minyak di Lapangan Kedung Keris tahun 2011 lalu. Lapangan tersebut merupakan bagian dari wilayah kerja Blok Cepu, yang berlokasi di Desa Sukoharjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Letaknya 14 kilometer dari Banyu Urip.

(Baca: Fasilitas Produksi Minyak Lapangan Kedung Keris Dibangun 2017)

Berdasarkan situs resmi ExxonMobil, pengeboran sumur Kedung Keris-1 dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki atau 2.143 meter. Sumur ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki atau 171 meter di zona karbonat sasaran. Lapangan Kedung Keris memiliki cadangan yang dapat diproduksi sekitar 20 juta barel.

Artikel Terkait
"Exxon minta US$ 121 juta di struktur Jambaran Tiung Biru," kata Syamsu.
Jadi apabila kebutuhan dalam negeri sudah berlebih, produk kilang itu bisa diekspor. “Mitra-mitra kami ini fair, jika kekurangan ya tidak apa-apa offtaker,” kata Arief.
"Untuk dua aset yang di Rusia sulit untuk dilakukan closing karena perbedaan valuasi yang cukup besar antara hasil perhitungan kami dengan Rosneft," kata Syamsu.