Selama pameran, surat pembelian kendaraan (SPK) meningkat tajam dengan nilai sekitar Rp 630 miliar. 
Satyo Mandiri Tunas Finance
Arief Kamaludin|KATADATA

Katadata - Hingga pertengahan tahun ini, pabrikan otomotif mengeluarkan berbagai produk anyar atau pembaruan dari model sebelumnya. Upaya para produsen kendaraan tersebut pun berimbas positif terhadap perusahaan pembiayaan, termasuk PT Mandiri Tunas Finance (MTF) dalam menjaga pertumbuhan bisnis kreditnya.

Presiden Direktur PT Mandiri Tunas Finance Ignatius Susatyo Wijoyo menyambut gembira atas langkah beberapa agen pemegang merek (APM) tersebut. Dengan tampilan model-model baru yang lebih segar dan menarik, minat konsumen untuk membeli pun tumbuh. “Dari situ, perusahaan pembiayaan optimistis kinerja bisnis akan meningkat pada semester dua 2017,” kata Susatyo kepada Katadata di kantornya, Graha Mandiri, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin 4 September 2017.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Bisnis utama anak usaha Bank Mandiri ini memang hanya menyediakan pembiayaan bagi mobil baru. Hal ini berbeda dengan perusahaan pembiayaan lain yang masih mengandalkan fasilitas kredit bagi pembelian mobil bekas. Karenanya, Susatyo melihat peluncuran sejumlah model baru -terutama jenis mobil penumpang - memupuk harapan bahwa sektor pembiayaan juga akan terdongkrak lagi.

Dalam pembelian retail, MTF menggandeng APM dan dealer. Cara ini diterapkan pula saat pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Gedung ICE, Tangerang Selatan, pada 10 hingga 20 Agustus 2017. MTF bekerja sama dengan berbagai pemegang merek. Mereka antara lain Audi, BMW, Chevrolet, Daihatsu, Datsun, dan Harley Davidson. Hal yang sama dilakukan dengan Hino, Hyundai, Honda, Isuzu, Kia, Lexus, Mazda, Mercedes Benz, dan Mini. Tak tertinggal pula Tata, Mitsubishi, Nissan, Renault, Suzuki, Toyota, dan VW. Sejumlah brand yang dikelola Garansindo seperti Chrysler, Dodge, Jeep, dan Volvo pun digandeng.

Pameran tersebut menjadi ladang subur bagi bisnis MTF. Pada kesempatan itu, sebagian besar brand meluncurkan mobil- mobil baru yang mendorong antusiasme para pengunjung. MTF hadir di GIIAS 2017 sebagai bagian dari anggota Mandiri Group -salah satu sponsor utama GIIAS 2017. GIIAS juga didukung oleh sponsor lain yakni PT Pertamina Persero.

“Ini tahun kedua MTF hadir di GIIAS. Kami bersyukur pencapaiannya sangat menggembirakan. Tahun lalu kami mencatat sekitar 1.600 surat pembelian kendaraan (SPK). Tahun ini meningkat menjadi sekitar 2.500 dengan nilai sekitar Rp 630 miliar,” kata Susatyo. Dari total aplikasi pembiayaan, sebagian besar berasal dari kendaraan penumpang yang mencapai 90 persen. Sedangkan sisanya kendaraan niaga.

Saat pagelaran, MTF menawarkan beberapa program untuk menarik konsumen berupa bunga kredit nol persen dan bunga istimewa 2,5 persen bagi pengunjung GIIAS. Menurut Susatyo, selain sebagai ajang promo, juga upaya memberi layanan terbaik bagi customer. “Mandiri Tunas Finance merupakan official leasing dalam ajang GIIAS 2017,” katanya. “Karena itu, kami berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan nasabah melalui berbagai pilihan program menarik.” 

Melihat berbagai perkembanga seperti itu, MTF memprediksi penyaluran pembiayaan bisa lebih tinggi pada semester kedua 2017 dibandingkan rata-rata penyaluran pembiayaan pada semester pertama. Hal ini terutama akan didorong oleh keikutsertaan perusahaan dalam pameran otomotif dan berbagai program promosi yang ditawarkan kepada para konsumen.

Artikel Terkait
Jadi, apabila semua mobil berbahan bakar minyak beralih ke listrik, hanya ada pengurangan 21%. “Konsumsi minyak masih akan tersisa 75 juta barel," kata Spencer.
Pajak kendaraan bermotor di beberap kota termasuk paling besar dibandingkan jenis pajak yang lain. Dengan e-Samsat, pungli bisa ditekan.
Xpander dijagokan dalam menghadapi persaingan dengan Avanza (Toyota), Xenia (Daihatsu), Mobilio (Honda), Ertiga (Suzuki), SPIN (Chevrolet), dan Confero (Wuling)