Kerja sama pendidikan vokasi disepakati dalam kunjungan Presiden Jokowi dan beberapa menteri ke Singapura.
Kejuruan
Sejumlah siswa mengerjakan soal pelajaran produktif teknik audio video (TAV) saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan di SMK Negeri 2 Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/4). ANTARA FOTO/Moch Asim

Pemerintah Singapura berkomitmen untuk membantu pengembangan pendidikan vokasi industri di Indonesia. Sebanyak 100 orang pengajar sekolah kejuruan akan dilatih di Singapura mulai tahun depan.

Kerja sama bilateral tersebut diimplementasikan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

 “Nota Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan training untuk tenaga pengajar dan pengelola unit pendidikan dan pelatihan vokasi industri sebanyak 100 orang pada tahun 2018,” kata Menteri Airlangga di Jakarta, Jumat (8/9).

Penandatanganan MoU disaksikan langsung oleh Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, Kamis (7/9). Kegiatan ini dalam rangkaian acara Leader’s Retreat sekaligus peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura.

(Baca juga:  Jokowi Kritik Jurusan SMK yang Masih Terlalu Umum)

Menurut Airlangga, nota kesepahaman tersebut meliputi beberapa hal, di antaranya: pelatihan untuk tenaga pengajar dan pengelola unit pendidikan dan pelatihan serta pengemban kurikulum. Selain itu, Singapura juga akan membantu  pengembangan teknologi dan menyediakan tenaga ahli.

Dalam penerapannya, kerja sama ini akan dijalankan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Industri Kemenperin RI dan Institute of Technical Education (ITE) di Singapura.

Ia menyebut, ada tiga bidang studi yang akan dikembangkan oleh tim ahli kedua negara, yakni Teknik Mesin, Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik dan Teknik Otomasi Industri.

(Baca juga:  1 Juta SDM Kompeten Lewat Pendidikan Vokasi)

Sebelumnya, Bruce Poh yang ketika itu menjabat CEO ITE dan bertemu Menperin pada Maret lalu, menyambut positif rencana kolaborasi ini karena institusinya memberikan jasa konsultasi khususnya mengenai program pendidikan vokasi. “Kerja sama antara industri dan pendidikan merupakan peluang besar dan hal tersebut menjadi tujuan dari pelatihan yang kami berikan,” ujarnya.

ITE juga diharapkan membuat fasilitas pendidikan vokasi di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Kawasan ini merupakan proyek patungan perusahaan Singapura, Sembcorp Development Ltd dengan perusahaan lokal, PT. Jababeka Tbk. Fasilitas yang diberikan terutama penyediaan pengajar untuk mewujudkan prototipe ITE di Indonesia.

(Baca juga:  Swiss gelontorkan Rp 1 Triliun Untuk Empat Politeknik di Indonesia)

Artikel Terkait
Luhut Pandjaitan menyatakan tak ada kontrak jual beli gas alam cair dengan Singapura. Dia mengatakan akan menggunakan LNG dari dalam negeri.
"Dengan kerja sama ini kami (Indonesia dan Singapura) akan melompat maju (di sektor digital)," kata Jokowi
Presiden Jokowi menerbitkan peraturan presiden tentang Penguatan Pendidikan Karakter, hari ini. Jokowi berharap Perpres tak mengulangi polemik tentang aturan full day school.