Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melobi pihak Lotte membahas rencana pembangunan Lotte Cinema. Bioskop akan di bangun di daerah-daerah.
Bioskop
Ilustrasi. Katadata

Lotte Group segera merealisasikan pembangunan bioskop di Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menemui pihak Lotte membahas rencana pembangunan Lotte Cinema.

"Mereka sudah datang kepada saya dan sudah menyatakan minat," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/9). (Baca: Target Investasi untuk Bangun Industri Hilir Rp 567,31 Triliun)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Saat ini, untuk pembangunan bioskop, perusahaan asal Korea Selatan tersebut tengah melakukan visibility study untuk menentukan nilai investasi.

(Baca: Bertemu Jokowi, Pengusaha Korea Siap Investasi Rp 250 Triliun)

Triawan menyebut pembangunan bioskop akan memicu kemampuan produksi dan distribusi pelaku ekonomi kreatif pembuat film. Alasannya, semakin banyak bioskop semakin besar juga akses untuk mempertontonkan dan menonton film dalam negeri.

Rencananya, bioskop bakal dibangun di daerah-daerah. Alasannya, kota-kota besar sudah memiliki banyak bioskop. "Saya minta Lotte Cinema buka di kota-kota kecil, di kota besar sudah terlalu banyak mal," kata Triawan.

(Baca: Jokowi Tawarkan Pengembangan Ekonomi Digital di Batam Kepada Singapura)

Dia menjelaskan, bioskop telah dicabut dari Daftar Negatif Investasi (DNI) sehingga pemerintah akan terus mencari investor supaya masyarakat mendapatkan akses terhadap film. Berdasarkan data Bekraf, kontribusi ekonomi kreatif tahun 2015 sebesar Rp 852 triliun.

(Baca: Perusahaan Korea Garap Pabrik Tekstil dan Sepatu)

Bekraf menargetkan peningkatan PDB ekonomi kreatif menjadi di atas 10%, sehingga potensi terhadap karya kreatif lokal mesti ditingkatkan. Tiga subsektor terbesarnya adalah kuliner 41,69%, fashion 18,15%, dan kriya 15,70%.

Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mencatat, tahun ini, jumlah layar di Indonesia mencapai 1.359 buah dengan total bioskop mencapai 280 titik. Angka ini sudah mencakup bioskop jaringan dan independen.

Triawan menjelaskan, tiga subsektor lain yang diprioritaskan adalah film, apps dan games, serta musik.

Lotte Grup merupakan perusahaan asal Korea yang tahun ini menginkan usia 67 tahun ini. Lotte merupakan perusahaan global yang mempunyai lebih dari 50 anak perusahaan di Jepang dan luar negeri. Lotte memiliki banyak bidang usaha di antaranya di sektor makanan dan minuman, petrokimia, dan perusahaan retail.

Michael Reily
Artikel Terkait
"Kalau investor Tiongkok akan menanamkan modal dalam pengembangan kawasan industri serta PLTA. Nilainya US$ 20 miliar," kata Irianto
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara menekankan pertumbuhan investasi membutuhkan perbaikan iklim investasi secara keseluruhan.
Pemerintah dinilai perlu lebih gencar menarik pemodal asing untuk mendanai perusahaan rintisan (startup) lokal.