Sementara dua menteri justru membantah dampak kekeringan di berbagai wilayah.
Kekeringan
Sejumlah warga antre untuk mendapat jatah pembagian air bersih dari petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Banten di Kampung Jamblang, Sawah Luhur, Serang, Selasa (12/9). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kekeringan melanda sebagian wilayah Jawa dan Nusa Tenggara. Sebanyak 3,9 juta jiwa terdampak sehingga memerlukan bantuan air bersih.

“Sebanyak 56.334 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan sehingga 18.516 hektar lahan pertanian gagal panen,” kata Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (13/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Sutopo merinci, kekeringan melanda 2.726 kelurahan/desa di 715 kecamatan di 105 kabupaten/kota. Jawa Tengah adalah wilayah dengan kekeringan cukup parah di 1.254 desa yang tersebar di 275 kecamatan dan 30 kabupaten/kota.

Di provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Ganjar Pranowo itu, sebanyak 1,41 juta jiwa atau 404.212 kepala keluarga terkena dampak kekeringan. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan status siaga darurat kekeringan hingga Oktober 2017,” kata Sutopo.

(Baca juga:  Jokowi Anggap Kekeringan Melanda 2.726 Desa Tak Separah 2015)

Begitu juga di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ada ratusan desa mengalami kekeringan. Sementara di Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru puluhan desa yang teridentifikasi kekurangan air. Meski, pendataan masih terus dilakukan.

Grafik: Jumlah Desa yang Mengalami Kekeringan di Jawa dan Nusa Tenggara 2017
Jumlah Desa yang Mengalami Kekeringan di Jawa dan Nusa Tenggara 2017

Sutopo menyatakan, penyaluran air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. “Upaya yang dilakukan untuk jangka pendek adalah bantuan dropping air bersih melalui tangki air,” ujarnya.

Hanya, data tersebut berbeda dengan yang disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. “Tadi Gubernur NTT, NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Tidak ada yang lapor darurat (kekeringan),” kata Basuki usai rapat terbatas tentang kekeringan di kantor Presiden di Jakarta, Selasa (12/9) kemarin.

Begitu juga Menteri Pertanian yang menyatakan bahwa tak ada sawah kekeringan karena irigasi yang memadai. Sebab, luas lahan tanam padi tahun ini telah mencapai 4,6 juta hektare, sedangkan luar area irigasi juga naik menjadi 7,4 juta hektare. “Biar ada kekeringan kalau ada irigasi, aman kan,” ujarnya.

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
Pembentukan korporasi petani sesuai kemauan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kekeringan telah menyebabkan 3,9 juta penduduk memerlukan bantuan air bersih.
Presiden ingin petani bisa memproduksi benih sendiri, memiliki peralatan produksi yang modern, industri pengolahan, hingga pengemasan hasil produksinya.