“Kami akan terus mengembangkan peluang usaha yang memenuhi kriteria bisnis internal,” Managing Director PT Rajawali Corpora Satrio Tjai.
Bursa saham
Bursa saham Arief Kamaludin|KATADATA

Grup Rajawali milik konglomerat Peter Sondakh tercatat melepas kepemilikan sahamnya di dua perusahaan tahun ini. Setelah resmi menjual 37% saham di PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) pada April lalu, Grup Rajawali kembali menjual 21% sahamnya di PT Nusantara Infrastruktur (META) pada pekan lalu.

Saham di perusahaan infrastruktur META dijual kepada PT Matahari Kapital Indonesia (MKI). Nilai transaksi saham tersebut mencapai Rp 1,7 triliun. Sedangkan saham di perusahaan perkebunan sawit BWPT dilepas kepada perusahaan asal Malaysia FIC Properti Sdn Bhd (FICP), anak usaha milik The Federal Land Development Authority (FELDA). Nilai transaksinya mencapai Rp 6,7 triliun.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Bila menilik laporan keuangan kedua perusahaan per akhir 2016 lalu, keduanya memiliki kinerja yang bertolak belakang. BWPT membukukan lonjakan kerugian bersih sebesar 116,84% menjadi Rp 389,75 miliar, sedangkan META tercatat membukukan pertumbuhan laba 13,10% menjadi Rp148,27 miliar.

Belum terang akan digunakan untuk apa total Rp 8,4 triliun dana hasil divestasi saham META dan BWPT. Adapun dalam keterangan tertulisnya, Managing Director PT Rajawali Corpora Satrio Tjai mengatakan, pihaknya masih akan terus mengembangkan peluang usaha.

Adapun keputusan melepas kepemilikan saham di META lantaran Rajawali hanya memegang saham minoritas. Namun, Rajawali tak menutup kemungkinan untuk kembali berinvestasi di sektor infrastruktur bila ada peluang.

“Kami akan terus mengembangkan peluang usaha yang memenuhi kriteria bisnis internal yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan stakeholders lainnya,” kata Satrio.

Artikel Terkait
"Deutsche Bank datang niat bantu financing BUMN yang masuk ke Freeport," kata Luhut
Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata, Grup Rajawali memang menawarkan saham META ke sejumlah investor besar sejak tahun lalu.
Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan proses divestasi saham PT Freeport Indonesia selesai pada 2019. Saat ini pemerintah tengah membicarakan proses pembagian divestasi saham antara pusat dan daerah.