Sri Mulyani menggelar rapat pimpinan di tepi pantai pada bulan lalu. Kemudian, menggelar rapat terbatas di dalam kapal patroli Bea Cukai pada pekan lalu.
Sri Mulyani
Arief Kamaludin|KATADATA

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggelar rapat mengenai Asset Libilities Management (ALM) dengan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di kereta jurusan Jakarta- Bandung, pada Rabu (13/9). Rapat digelar di kereta lantaran Sri Mulyani harus menghadiri undangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Bandung.

Biasanya, rapat mengenai ALM digelar rutin setiap bulan di kantor Kementerian Keuangan. "Demi efisiensi waktu, hari ini saya mengadakan rapat di dalam kereta menuju Bandung. Rapat yang dihadiri seluruh pejabat eselon satu ini membahas keadaan terkini dari keuangan pemerintah," kata Sri Mulyani dalam unggahan di instagram pribadinya, Rabu (13/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Ia pun menambahkan, apa yang dilakukannya tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo. “Semua dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk kerja, kerja, kerja,” ujarnya. (Baca juga: Pegawai Pajak Kelebihan Beban Kerja, Sri Mulyani Cari 1.721 PNS Baru)

Menurut dia, rapat memang bisa dilakukan di mana saja. Arahan kepada bawahan juga bisa disampaikan kapan saja berkat bantuan teknologi terkini. "Kapan saja melalui teleconference, group chat, email atau fasilitas lainnya. Tempat bekerja juga tidak menjadi masalah," tutur dia.

Sebelumnya, ia menggelar rapat pimpinan di tepi pantai pada bulan lalu. Kemudian, menggelar rapat terbatas di dalam kapal patroli Bea Cukai pada pekan lalu. Ia pun bertanya kepada warganet, "Bekerja di mana Anda hari ini?"

Artikel Terkait
"Ada pelajaran misalnya dari proyek di sini (Jakarta). Jadi tidak mengulangi kesalahan," kata Luhut
Teknologi diharapkan mempermudah pelayanan kepada wajib pajak yang meningkat tiga kali lipat.
Sri Mulyani Indrawati meminta agar masyarakat tak salah kaprah dalam melihat aturan kewajiban melaporkan telepon seluler di SPT Pajak.