Vice President Corporate Communication Adiatma Sardjito mengatakan Alexander Lay resmi menempati posisi Komisaris sejak Selasa (12/9) lalu. “Benar, dilantik kemarin,” kata dia.
Pertamina
Katadata | Arief Kamaludin

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melantik Alexander Lay menjadi Komisaris PT Pertamina (Persero). Keputusan ini berdasarkan pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina.

Vice President Corporate Communication Adiatma Sardjito mengatakan Alexander Lay resmi menempati posisi Komisaris sejak Selasa (12/9) lalu. “Benar, dilantik kemarin,” kata dia kepada Katadata, Rabu (13/9). (Baca: Direktur Megaproyek Diganti, Ini Susunan Direksi Baru Pertamina)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Alexander Lay sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Namun, ia mundur dari posisi itu pada Agustus 2015 lalu, menyusul digantinya Sekretaris Kabinet waktu itu Andi Widjajanto oleh Pramono Anung.  

Alex juga merupakan salah satu dari 10 advokat pembela Joko Widodo-Jusuf Kalla saat sidang perkara perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden (PHPU) di Mahkamah Konstitusi. Ia juga pernah menjadi advokat pembela Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah saat muncul kasus Cicak versus Buaya.

Latar belakang pendidikan Alexander Lay merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Katholik Atmajaya pada 2003. Sebelumnya juga pernah menimba ilmu di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Perminyakan pada tahun 1997.

Selain itu, Alex juga pernah menjadi Dewan Pengawas Tranparency International Indonesia dan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Bidang Hukum. Ia juga pernah berkarier di dunia perminyakan sebagai Drilling Services Engineer di Schumberger Oilfield Services. (Baca: Laba Pertamina Semester I Anjlok 24% Akibat Penjualan Premium)

Dengan masuknya Alexander Lay, maka jumlah jajaran Komisaris Pertamina menjadi enam. Alhasil, berikut sususan terbaaru Dewan Komisaris, Tanri Abeng sebagai Komisaris Utama, Arcandra Tahar sebagai Wakil Komisaris Utama, Sahala Lumban Gaol, Suahasil Nazara, dan Alexander menjadi Komisaris.

 

Artikel Terkait
“Bisa saja (dapat fasilitas pajak), itu yang kami tanyakan sama mereka soal insentif. Mereka maunya bagaimana nanti kami bahas,” kata Suahasil.
Rekind mengajukan alokasi gas dari Eni Jangkrik di atas 200 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah menyepakati subsidi energi pada RAPBN 2018 sebesar Rp 94,55 triliun.