Bukan soal cum laude, KKP akan merekrut 5 lulusan terbaik dari jurusan yang sesuai di setiap universitas.
Diskusi Perikanan Bitung
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi, Jakarta, Selasa, (09/05) Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menjalankan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bukannya menambah ‘skuat’, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti justru melakukan pemangkasan dengan menawarkan pensiun dini bagi 1.000 pegawai.

"Program Golden Handshake dilakukan untuk percepatan pensiun dini pada karyawan KKP dalam rangka pengurangan jumlah dan menaikkan kualitas sumber daya manusia," kata Susi di Gedung Mina Bahari, Jakarta, Kamis (14/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Percepatan pensiun dini ini ditawarkan untuk 1.000 pegawai KKP dalam kurun waktu 3 tahun ke depan. Golden Handshake dilakukan untuk mentransformasi mantan PNS menjadi wiraswasta kelautan dan perikanan yang baru.

(Baca juga: Menteri Susi Gandeng BRI dan BNI Bantu Pendanaan Nelayan)

Susi menyebutkan, pegawai yang berhak mendapatkan Golden Handshake adalah pegawai KKP yang usianya lebih dari 50 tahun atau telah bekerja lebih dari 10 tahun. Syarat untuk mendapatkannya adalah memenuhi penilaian kinerja dan kompetensi dan mendapat persetujuan Direktur Jenderal dan Sekretaris Jenderal.

Keuntungan yang didapatkan pegawai yang mendapatkan program Golden Handshake adalah mendapatkan gaji dan tunjangan khusus selama sisa masa kerja dan dibayar di muka. Susi menyatakan sudah ada beberapa orang yang menawarkan diri. "Sudah ada 75 orang," ujarnya.

Jumlah pegawai yang pensiun dini nantinya hanya akan digantikan oleh 329 orang dari program CPNS. Formasinya adalah 322 lulusan terbaik universitas, 4 disabilitas, dan 3 putra-putri dari Papua.

(Baca juga: Jepang Bangun Fasilitas Perikanan di Enam Pulau Luar Indonesia)

Menurut Susi, KKP akan merekrut orang-orang yang menjadi 5 lulusan terbaik dari jurusan-jurusan di setiap universitas. Dia juga mengklarifikasi persyaratan cum laude untuk seleksi CPNS yang sebelumnya sempat marak.

"Kami mencari 5 lulusan terbaik dari tiap jurusan di universitas, tidak ada batasan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)," ujar Susi. Caranya adalah lewat pengecekan yudisium kelulusan di situs resmi Riset Teknologi Pendidikan Tinggi.

Michael Reily
Artikel Terkait
Untuk mendapat bantuan modal, nelayan diminta membentuk koperasi.
Sebagai pejabat negara, Susi merasa perlu memiliki gelar akademik sebagai legitimasi atas kebijakan yang diambilnya.
Kemenkeu meloloskan CPNS berdasarkan jumlah kuota yang dibutuhkan lewat seleksi beberapa tahap.